UMSUMS

Jurnal KesehatanJurnal Kesehatan

Keamanan pangan pada olahan pangan yang diperjualbelikan menjadi perhatian bagi masyarakat terutama akibat yang ditimbulkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan pengawasan melalui identifikasi terkait keberadaan bakteri patogen pada olahan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi keberadaan bakteri patogen dalam olahan pangan selama mudik lebaran di Terminal Tirtonadi Surakarta. Metode identifikasi yang digunakan meliputi pengambilan dan pengkayaan sampel, uji konfirmasi, uji penegasan dan analisis data. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu dari 11 sampel olahan pangan, semua sampel hasil yang diperoleh negatif (-) terhadap bakteri Salmonella sp, Vibrio cholera (V.cholera), Staphylococcus aureus (S. aureus), Bacillus cereus (B. Cereus) akan tetapi 6 sampel teridentifikasi positif ( ) cemaran Eschericia coli (E.coli). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa dari beberapa jenis bakteri patogen sebagai indikator cemaran olahan bahan pangan, terdapat satu cemaran bakteri patogen yang positif ditemukan dalam 6 sampel olahan pangan yaitu E.coli.

Berdasarkan hasil pengujian identifikasi bakteri patogen menunjukkan bahwa dari sebelas sampel olahan pangan di Terminal Tirtonadi Surakarta negatif terhadap cemaran V.Sedangakan, pada enam sampel dari sebelas sampel yang dilakukan pengujian dinyatakan positif terdapat cemaran bakteri E.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kontaminasi E. coli pada olahan pangan di terminal Tirtonadi, seperti kondisi sanitasi tempat pengolahan, kebersihan peralatan, dan perilaku higiene pedagang makanan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode deteksi cepat E. coli pada olahan pangan, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih cepat dan akurat kepada konsumen dan pihak terkait. Ketiga, penting untuk dilakukan penelitian mengenai efektivitas berbagai metode pengendalian E. coli pada olahan pangan, seperti penggunaan bahan pengawet alami, teknik pengolahan yang tepat, dan penerapan sistem manajemen keamanan pangan yang terintegrasi. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat dari risiko penyakit yang disebabkan oleh kontaminasi bakteri patogen.

Read online
File size495.25 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test