BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

Jurnal Cakrawala IlmiahJurnal Cakrawala Ilmiah

Rendahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta faktor human error di lingkungan kerja menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan. Dengan demikian, penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait apa saja potensi kesalahan (human error) yang terjadi dari setiap tahap pekerjaan, apa saja aktivitas yang menyebabkan kecelakaan kerja dan menghitung nilai probabilitas human error, bagaimana upaya pengendalian dari aktivitas yang menyebabkan ini menggunakan metode SHERPA dan HEART untuk menganalisis kualitatif menggunakan SHERPA untuk mengidentifikasi human error. Metode kuantitatif dengan metode HEART untuk mengetahui nilai probabilitas terjadinya human error yang terjadi. Berdasarkan data yang diperoleh dengan menggunakan HTA, pada stasiun penggilingan mempunyai 14 tahapan pekerjaan. Analisis secara kualitatif menggunakan metode SHERPA memperoleh 20 kemungkinan error yang dapat dilakukan oleh pekerja. Berdasarkan analisis secara kuantitatif didapatkan nilai Human Error Probability (HEP) tertinggi yaitu pada pekerjaan pengelasan kebocoran dan sambungan dengan nilai HEP sebesar 1,056. Rekomendasi perbaikan terjadinya kesalahan manusia untuk mengurangi (human error) yaitu peningkatan pengawasan mengenai penggunaan safety gloves, kacamata las (APD), dan meningkatkan kewaspadaan saat bekerja, briefing sebelum melakukan pekerjaan.

Penelitian mengidentifikasi tiga potensi human error utama pada stasiun penggilingan PG.Madukismo, yaitu tidak menggunakan APD pada operator las, tidak memeriksa tali tebu pada operator bongkaran, serta kurang memperhatikan kapasitas bahan baku pada operator cane cutter, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja.Analisis menunjukkan nilai Human Error Probability tertinggi pada pekerjaan pengelasan (HEP = 1,056), bongkar tebu (HEP = 0,9396), dan cane cutter, sehingga disarankan agar operator memakai safety gloves serta perlengkapan APD lengkap dan meningkatkan kewaspadaan melalui briefing dan pelatihan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas sistem sensor wearable yang secara real‑time memantau tingkat kelelahan dan kepatuhan penggunaan APD pada operator di stasiun penggilingan, sehingga dapat memberi peringatan dini sebelum terjadinya kesalahan. Selanjutnya, perlu dikembangkan model prediktif yang mengintegrasikan faktor lingkungan kerja seperti suhu, kebisingan, dan pencahayaan dengan metode SHERPA‑HEART untuk memprediksi probabilitas human error pada berbagai shift kerja, yang dapat membantu manajemen merancang jadwal kerja yang lebih aman. Akhirnya, sebuah studi komparatif antara PG. Madukismo dan pabrik gula lainnya menggunakan protokol SHERPA‑HEART standar dapat mengidentifikasi faktor risiko industri secara lebih luas dan memberikan rekomendasi kebijakan K3 yang berlaku secara nasional.

Read online
File size354.36 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test