BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

Jurnal Cakrawala IlmiahJurnal Cakrawala Ilmiah

Secara alami, terdapat risiko yang terkait dengan setiap pekerjaan, seperti stres, kelelahan, dan kecelakaan. Kelelahan merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian khusus baik dalam pengaturan kerja formal maupun informal. Pekerja yang kelelahan saat bekerja dapat menunjukkan kinerja yang lebih buruk dan membuat lebih banyak kesalahan. Metode Cardiovascular Load (CVL) adalah metode untuk menentukan tingkat kelelahan kerja berdasarkan denyut nadi operator, sedangkan metode IFRC (Industrial Fatigue Research Committee) mengukur tingkat kelelahan secara subjektif dengan menyebarkan kuesioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelelahan kerja dan menganalisis hubungan antara usia, lama masa kerja, status gizi, sikap kerja, dan beban kerja dengan kelelahan kerja pada operator bagian mill 1 PT Alis Jaya Ciptatama yang berlokasi di Klaten, Jawa Tengah. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa %CVL berkisar antara 11,6% hingga 34,1%, menempatkannya dalam kategori ringan dan mengindikasikan tidak ada kelelahan. Hasil perhitungan IFRC menunjukkan bahwa operator mengalami kelelahan kerja sebesar 88% dan kelelahan tinggi sebesar 12%. Hasil penelitian: Responden yang berisiko mengalami kelelahan kerja (≥35 tahun) adalah (16%), masa kerja berisiko mengalami kelelahan kerja (≥ 8 tahun) sebesar (44%), status gizi kurang dan berlebih sebesar (52%), sikap kerja berisiko (72%) dan beban kerja berisiko (44%). Kesimpulan: Tidak ada pengaruh kelelahan kerja terhadap kelelahan kerja ditinjau dari perhitungan CVL setelah pengujian data melalui regresi linier berganda. Terdapat hubungan antara kelelahan kerja (sig usia = 0,029 dan lama masa kerja = 0,013) dan kelelahan kerja ditinjau dari perhitungan IFRC setelah pengujian data melalui regresi linier berganda.

Berdasarkan hasil analisis kelelahan kerja pada pekerja bagian mill 1 PT Alis Jaya Ciptatama, dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh faktor kelelahan kerja dengan kelelahan kerja ditinjau dari perhitungan CVL setelah pengujian data melalui regresi linier berganda.Selain itu, terdapat hubungan antara kelelahan kerja (usia dan lama masa kerja) dan kelelahan kerja ditinjau dari perhitungan IFRC setelah pengujian data melalui regresi linier berganda.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor ergonomis yang lebih rinci di area produksi Mill 1, seperti desain stasiun kerja, tata letak peralatan, dan teknik manual handling, untuk mengidentifikasi potensi perbaikan yang dapat mengurangi risiko kelelahan kerja. Kedua, studi longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perubahan tingkat kelelahan kerja pada operator dari waktu ke waktu, serta untuk mengidentifikasi pola dan tren yang mungkin muncul. Penelitian ini dapat membantu dalam mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk mencegah dan mengatasi kelelahan kerja. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi operator mengenai kelelahan kerja, serta untuk memahami faktor-faktor psikososial yang mungkin berkontribusi terhadap kelelahan kerja. Informasi ini dapat digunakan untuk mengembangkan program pelatihan dan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan operator. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja di PT Alis Jaya Ciptatama dan industri furniture secara umum.

  1. Niosh Lifting Equation for Assessing Manual Material Handling Technique in a Warehouse Company, International... doi.org/10.11648/j.ijem.20190302.11Niosh Lifting Equation for Assessing Manual Material Handling Technique in a Warehouse Company International doi 10 11648 j ijem 20190302 11
Read online
File size321.72 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test