BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

Jurnal Cakrawala IlmiahJurnal Cakrawala Ilmiah

Gangguan jiwa adalah kondisi yang ditandai dengan perubahan berbagai faktor termasuk suasana hati, perilaku, dan pemikiran. Menurut WHO pada tahun 2016, terdapat 21 juta orang dengan Skizofrenia, dengan prevalensi pasien yang menunjukkan perilaku kekerasan di seluruh dunia. Risiko perilaku kekerasan merupakan respons marah yang diekspresikan melalui ancaman, cedera diri sendiri, atau kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil implementasi teknik napas dalam pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di ruang Antareja. Data menunjukkan pasien mengalami perilaku kekerasan seperti mengamuk, mudah tersinggung, dan kesulitan minum obat. Implementasi teknik napas dalam selama 6x7 jam belum sepenuhnya mengatasi masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan, dengan pasien masih menunjukkan emosi, wajah tegang, dan afek labil.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pasien dengan skizofrenia dan risiko perilaku kekerasan menunjukkan gejala seperti mengamuk, mudah tersinggung, dan kesulitan mengontrol emosi.Implementasi teknik relaksasi napas dalam selama enam sesi tidak sepenuhnya mengatasi masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan, meskipun terdapat perbaikan pada beberapa aspek perilaku pasien.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi intervensi keperawatan yang lebih komprehensif untuk mengatasi risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membandingkan efektivitas teknik relaksasi napas dalam dengan intervensi keperawatan lainnya, seperti terapi perilaku kognitif atau terapi kelompok, dalam mengurangi risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor spesifik yang berkontribusi terhadap risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia, seperti riwayat trauma, penyalahgunaan zat, atau faktor sosial ekonomi, untuk mengembangkan intervensi yang lebih personal dan efektif. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi pasien skizofrenia tentang risiko perilaku kekerasan dan efektivitas intervensi yang diberikan, sehingga dapat meningkatkan kualitas perawatan dan dukungan yang diberikan kepada pasien.

Read online
File size196.98 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test