POLBENGPOLBENG

Jurnal TeKLAJurnal TeKLA

Pemanfaatan slag baja sebagai pengganti agregat kasar pada beton merupakan salah satu pendekatan konstruksi berkelanjutan yang sejalan dengan konsep eco-living dan ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan slag baja lokal sebagai pengganti 100% agregat kasar alami pada beton mutu rencana 25 MPa (K-300) melalui pengujian sifat fisik agregat dan kinerja mekanik beton. Parameter yang diuji meliputi gradasi, berat jenis, penyerapan air, keausan Los Angeles, bentuk agregat, nilai slump beton segar, serta kuat tekan beton pada umur 7 dan 28 hari. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan American Society for Testing and Materials (ASTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan agregat slag baja memiliki workability yang baik dengan nilai slump 8–10 cm, namun kuat tekan maksimum pada umur 28 hari hanya mencapai 5,2 MPa atau belum memenuhi 85% mutu rencana. Meskipun demikian, pemanfaatan slag baja berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 40–60% melalui pengurangan penggunaan agregat alam dan pemanfaatan limbah industri. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada evaluasi komprehensif slag baja lokal Indonesia sebagai agregat kasar beton berbasis eco-living, dengan integrasi pengujian sifat fisik agregat, kinerja beton, dan aspek keberlanjutan lingkungan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan slag baja sebagai pengganti agregat kasar memberikan manfaat signifikan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan emisi karbon dan optimalisasi limbah industri.Meskipun kuat tekan beton yang dihasilkan belum mencapai mutu rencana, slag baja memiliki karakteristik fisik yang baik dan berpotensi sebagai material alternatif yang ramah lingkungan.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan proses pengolahan slag baja dan desain campuran beton agar dapat mencapai kinerja beton yang optimal.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai perlakuan permukaan slag baja, seperti pelapukan atau pelapisan, untuk meningkatkan daya lekat antara pasta semen dan agregat, sehingga dapat meningkatkan kuat tekan beton. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi desain campuran beton dengan penambahan bahan tambah (admixture) yang dapat meningkatkan workability dan kuat tekan beton dengan agregat slag baja. Ketiga, studi komprehensif mengenai durabilitas beton dengan agregat slag baja perlu dilakukan, termasuk pengujian terhadap ketahanan terhadap serangan sulfat, klorida, dan siklus beku-cair, untuk memastikan keandalan dan umur layanan beton dalam berbagai kondisi lingkungan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi slag baja sebagai material konstruksi berkelanjutan dan mendorong pemanfaatannya secara lebih luas dalam industri konstruksi.

Read online
File size930.81 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test