POLBENGPOLBENG

Jurnal TeKLAJurnal TeKLA

Ketahanan pangan mempunyai peran penting untuk mewujudkan negara yang kuat dan mandiri. Di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu, ketahanan pangan harus segera terwujud. Untuk mewujudkan ketahanan pangan semua daerah yang ada di Indonesia harus menghasilkan produktifitas pertanian secara maksimum dengan melibatkan semua aspek seperti infrastruktur, sumber daya manusia dan sosial masyarakat. Kabupaten Gunungkidul sebagai bagian dari wilayah Indonesia mempunyai sebagian daerah unik berupa karakteristik geologi karst yang memiliki keterbatasan sumber air permukaan. Kawasan daerah karst dapat memanfaatkan potensi air tanah untuk digunakan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pertanian. Dengan melakukan pendekatan indeks kinerja irigasi air tanah menggunakan rumus “Kautsar kita bisa mengetahui nilai parameter fisik, sosial dan manajemen dalam rangka evaluasi untuk perbaikan sitem irigasi air tanah. Hasil survey dan analisa pada lokasi studi diperoleh hasil nilai 2,886 – 3,515 yang berarti mempunyai nilai indek kinerja kurang sd sedang. Dengan nilai tersebut kita bisa mengevaluasi parameter yang mempunyai nilai kurang untuk dilakukan perbaikan supaya diperoleh hasil maksimum.

Penilaian terhadap Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Gunungkidul menunjukkan bahwa sistem irigasi ini berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan, terutama di wilayah karst.Nilai indeks layanan berada pada kategori sedang, dengan aspek sosial relatif baik, namun aspek fisik dan manajemen masih perlu ditingkatkan.Optimalisasi peningkatan JIAT melalui perbaikan infrastruktur, penguatan kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi irigasi efisien menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan sistem dan peningkatan produktivitas pertanian.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sistem irigasi air tanah di kawasan karst Gunungkidul. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai pengaruh karakteristik geologi karst terhadap kualitas air tanah yang digunakan untuk irigasi, termasuk identifikasi potensi kontaminasi dan dampaknya terhadap kesehatan tanaman dan manusia. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediksi debit air tanah berbasis data iklim dan hidrologi, sehingga dapat membantu petani dalam merencanakan jadwal irigasi yang optimal dan mengurangi risiko kekurangan air. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi penerapan teknologi pertanian presisi, seperti penggunaan sensor kelembaban tanah dan sistem irigasi tetes, untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi dampak lingkungan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan pengelolaan sistem irigasi air tanah di kawasan karst Gunungkidul dapat menjadi lebih adaptif terhadap perubahan iklim, berkelanjutan, dan berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan secara keseluruhan.

Read online
File size1017.87 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test