UMBJMUMBJM

Healthy-Mu JournalHealthy-Mu Journal

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) dikenal mengandung berbagai senyawa bioaktif, salah satunya kuersetin, yaitu flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar kuersetin dalam ekstrak etanol daun jambu biji menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Ekstraksi dilakukan menggunakan dua metode maserasi, yaitu maserasi 3x24 jam dan maserasi 4 jam dengan pelarut etanol 96%, kemudian ekstrak disaring menggunakan membran mikroporus sebelum dianalisis. Analisis kuantitatif kuersetin dilakukan menggunakan kolom C18 dengan fase gerak campuran metanol:asam asetat 0,3% (55:45) pada panjang gelombang 375 nm. Berdasarkan pengembangan metode yang dilakukan, kuersetin ditemukan dalam ekstrak daun jambu biji pada kisaran waktu retensi 6,294–6,688 menit dengan waktu injeksi 60 menit untuk setiap sampel. Kandungan kuersetin dalam daun jambu biji dengan metode maserasi 3x24 jam memiliki konsentrasi rata-rata yang lebih tinggi, yaitu 2,349 ppm, sedangkan ekstrak daun jambu biji dengan metode maserasi 4 jam terdeteksi memiliki konsentrasi rata-rata lebih rendah, yaitu 2,261 ppm.

Penetapan kadar kuersetin pada ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) dilakukan menggunakan metode KCKT dengan kolom C18 sebagai fase diam dan metanol.45, v/v) sebagai fase gerak pada laju alir 1,0 mL/menit selama 60 menit per injeksi sampel.Metode ini terbukti memiliki validitas yang baik, dengan deteksi kuersetin terjadi pada waktu retensi 6,294–6,688 menit.Kadar kuersetin lebih tinggi diperoleh pada ekstrak dengan metode maserasi 3x24 jam, yaitu rata-rata 2,349 ppm, dibandingkan metode maserasi 4 jam yang menghasilkan rata-rata 2,261 ppm.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk membandingkan efektivitas metode maserasi dengan metode ekstraksi lain seperti soxhletasi atau ultrasonikasi terhadap kadar kuersetin, agar dapat ditentukan teknik ekstraksi paling optimal secara efisiensi waktu dan hasil. Kedua, sebaiknya dikaji pengaruh variasi komposisi fase gerak dan suhu kolom terhadap resolusi puncak kuersetin dalam analisis KCKT, guna meningkatkan akurasi dan sensitivitas deteksi senyawa tersebut. Ketiga, perlu diteliti aktivitas biologis ekstrak daun jambu biji berdasarkan kadar kuersetin yang diperoleh, misalnya melalui uji antioksidan atau antimikroba secara in vitro, untuk memahami hubungan antara konsentrasi kuersetin dan efek farmakologisnya secara lebih langsung.

  1. AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAN FRAKSI TUNIKATA (Polycarpa aurata) YANG DIKOLEKSI DI SELAT LEMBEH,... doi.org/10.35799/pha.8.2019.29259AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAN FRAKSI TUNIKATA Polycarpa aurata YANG DIKOLEKSI DI SELAT LEMBEH doi 10 35799 pha 8 2019 29259
  2. Penentuan Aktivitas Antioksidan Senyawa Kuersetin dan Ekstrak Lengkuas Menggunakan HPLC dan UV-Vis |... doi.org/10.18860/al.v8i2.10594Penentuan Aktivitas Antioksidan Senyawa Kuersetin dan Ekstrak Lengkuas Menggunakan HPLC dan UV Vis doi 10 18860 al v8i2 10594
  3. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... doi.org/10.35747/hmjHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine doi 10 35747 hmj
  4. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... journal.umbjm.ac.id/index.php/healthyHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine journal umbjm ac index php healthy
Read online
File size600.03 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test