UMSUMS

Jurnal KesehatanJurnal Kesehatan

MKJP merupakan metode kontrasepsi cost efficien untuk mencegah kehamilan dan secara program efektif dalam menurunkan TFR serta menekan laju pertumbuhan penduduk. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan jumlah anak yang diinginkan, dukungan suami, dan efek samping dengan pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Akseptor KB di Puskesmas Purwosari KotaSurakarta. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2019. Populasi penelitan 1.502 PUS usia 17-49 tahun akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Purwosari. Jumlah sampel penelitian sebanyak 282 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik proportionate random sampling. Pengambilan data dengan cara wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel. Hasil analisis data berdasarkan uji Chi Square menunjukkan bahwa ada hubungan antara jumlah anak yang diinginkan (p=0,012), dukungan suami (p=0,045), dan efek samping (p=0,001) dengan pemilihan MKJP. Kesimpulannya adalah responden dengan jumlah anak yang diinginkan terpenuhi, mendapatkan dukungan suami, dan tidak mengalami efek samping cenderung memilih menggunakan MKJP.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara jumlah anak yang diinginkan, dukungan suami, dan efek samping dengan pemilihan MKJP pada akseptor KB di Puskesmas Purwosari Kota Surakarta.Responden yang jumlah anak yang diinginkan terpenuhi, mendapatkan dukungan suami, dan tidak mengalami efek samping cenderung memilih menggunakan MKJP.Bidan dan PLKB perlu meningkatkan target segmentasi pengguna MKJP, khususnya mengarahkan PUS yang telah berusia >35 tahun dan yang telah memiliki jumlah anak yang diinginkan terpenuhi untuk menggunakan MKJP.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor psikologis dan sosial budaya yang memengaruhi persepsi akseptor KB terhadap efek samping MKJP, karena persepsi ini dapat memengaruhi keputusan mereka dalam memilih metode kontrasepsi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada efektivitas intervensi peningkatan dukungan suami terhadap penggunaan MKJP, misalnya melalui program konseling atau edukasi yang melibatkan pasangan suami istri. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai jenis MKJP dalam konteks pelayanan kesehatan yang berbeda, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ketersediaan sumber daya, aksesibilitas layanan, dan preferensi pasien, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan penggunaan MKJP dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi di Indonesia.

Read online
File size249.03 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test