UMSUMS

Jurnal KesehatanJurnal Kesehatan

Penyakit corona virus adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV2). Pelayanan kesehatan pada bayi dan balita pada masa Covid-19 banyak mengalami perubahan disebabkan risiko penularan baik kepada bayi atau balita atau petugas kesehatan. Pelaksanaan pemantauan balita berisiko, pelayanan imunisasi, vitamin A, dilakukan dengan janji temu/ tele konsultasi/ kunjungan rumah. Tenaga kesehatan memberikan nomor teleponnya atau nomor fasilitas kesehatan yang dapat dihubungi untuk tele konsultasi atau janji temu jika anak memerlukan pemantauan atau pelayanan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi ibu terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan balita di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 30 ibu dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pelaksanaan tele konseling pelayanan kesehatan balita pada masa pandemik Covid-19 (p=0,000 < α(0,05)) dan ada hubungan antara persepsi ibu dengan pelaksanaan tele konsultasi pelayanan kesehatan balita pada masa pandemik Covid-19 (p=0,000 < α(0,05)). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu ada hubungan antara pengetahuan dan persepsi ibu dengan pelaksanaan tele konsultasi pelayanan kesehatan balita pada masa pandemik Covid-19.

Mayoritas ibu memiliki pengetahuan dan persepsi yang cukup mengenai pelayanan kesehatan balita selama pandemi Covid-19.Sebagian besar ibu cenderung tidak melakukan tele konsultasi dan lebih memilih menunda kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan.Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan persepsi ibu dengan pelaksanaan tele konsultasi pelayanan kesehatan balita selama pandemi Covid-19.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh kualitas informasi dari media sosial terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang tele konsultasi kesehatan balita, mengingat banyaknya informasi yang bersifat umum dan belum tentu akurat. Kedua, penting untuk mengkaji faktor-faktor emosional dan psikologis ibu, seperti rasa cemas atau kurang percaya terhadap pelayanan jarak jauh, yang mungkin menjadi penghambat utama dalam pemanfaatan tele konsultasi. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang efektivitas model sosialisasi dari petugas kesehatan yang terintegrasi dengan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi ibu dalam layanan kesehatan digital, mengingat peran faktor penguat seperti dukungan keluarga dan lingkungan sangat menentukan perilaku kesehatan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih dalam tentang hambatan dan pendorong perilaku ibu, serta membantu merancang intervensi yang lebih tepat sasaran dalam konteks layanan kesehatan berbasis digital selama dan pasca pandemi.

Read online
File size360.14 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test