PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA
Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan IndonesiaModifikasi aspal menggunakan serbuk karet alam telah menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan performa perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pencampuran basah (wet process) dan kering (dry process) serbuk karet alam terhadap karakteristik binder dan performa campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). Metode pencampuran basah dilakukan dengan mencampurkan serbuk karet alam ke dalam aspal pada suhu 160-170°C selama 30-45 menit, sedangkan metode kering dilakukan dengan mencampurkan serbuk karet langsung ke agregat panas. Penelitian menggunakan variasi kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7% dengan penambahan serbuk karet alam 30% dan 35% dari berat aspal. Parameter yang diuji meliputi stabilitas Marshall, kelelehan (flow), void in mix (VIM), void in mineral aggregate (VMA), void filled with bitumen (VFB), kepadatan (density), dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pencampuran basah dengan kadar serbuk karet 30% pada kadar aspal optimum 6,5% menghasilkan stabilitas tertinggi sebesar 893,16 kg, kelelehan 4,9 mm, VIM 2,07%, VMA 16,13%, VFB 87,19%, density 2,283 gr/cm³, dan MQ 182,28 kg/mm. Metode pencampuran basah memberikan performa superior dibandingkan metode kering dalam hal stabilitas, ketahanan terhadap deformasi permanen, dan karakteristik volumetrik. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan metode pencampuran basah dengan kadar serbuk karet alam 30% sebagai alternatif modifikasi aspal untuk meningkatkan kualitas perkerasan AC-WC.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pencampuran basah menghasilkan performa superior dibandingkan metode kering dalam hal stabilitas Marshall dan karakteristik volumetrik.Metode pencampuran basah dengan kadar serbuk karet alam 30% pada kadar aspal optimum 6,5% menghasilkan stabilitas tertinggi.Meskipun terdapat beberapa kekurangan pada kelelehan dan Marshall Quotient, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini merupakan alternatif yang menjanjikan untuk meningkatkan kualitas perkerasan AC-WC.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengevaluasi performa jangka panjang campuran aspal modifikasi serbuk karet alam melalui pengujian aging simulation dan field trial. Selain itu, karakterisasi binder secara detail, seperti pengujian penetrasi, titik lembek, viskositas, dan reologi menggunakan Dynamic Shear Rheometer (DSR), perlu dilakukan untuk memahami mekanisme modifikasi pada level molekuler. Pengembangan teknologi pellet atau masterbatch serbuk karet alam dapat menjadi solusi untuk meningkatkan dispersi dan interaksi dengan aspal pada metode pencampuran kering, sehingga dapat mendekati performa metode basah. Penelitian lebih lanjut juga perlu mengeksplorasi pengaruh variasi grade aspal dan ukuran partikel serbuk karet untuk mengoptimalkan performa modifikasi, serta analisis mikrostruktur menggunakan teknik seperti Scanning Electron Microscopy (SEM) atau Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk memahami interaksi serbuk karet dan aspal.
- Laboratory and Full-Scale Testbed Study in the Feasibility of Styrene-Butadiene-Styrene Asphalt Pavement... mdpi.com/2075-5309/13/3/652Laboratory and Full Scale Testbed Study in the Feasibility of Styrene Butadiene Styrene Asphalt Pavement mdpi 2075 5309 13 3 652
- Gradation Design and Performance Evaluation of High Viscosity Asphalt Mixtures - Hu - 2020 - Advances... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1155/2020/4951951Gradation Design and Performance Evaluation of High Viscosity Asphalt Mixtures Hu 2020 Advances onlinelibrary wiley doi 10 1155 2020 4951951
- Marshall Characteristics of Asphalt Concrete Wearing Course Using Crumb Rubber Modified of Motorcycle... scientific.net/MSF.961.57Marshall Characteristics of Asphalt Concrete Wearing Course Using Crumb Rubber Modified of Motorcycle scientific MSF 961 57
- PENGARUH PENAMBAHAN KARET REMAH S20 SEBAGAI BAHAN PENAMBAH ASPAL PADA CAMPURAN ASPHLAT CONCRETE WEARING... konteks17.uniba-bpn.ac.id/index.php/konteks/article/view/130PENGARUH PENAMBAHAN KARET REMAH S20 SEBAGAI BAHAN PENAMBAH ASPAL PADA CAMPURAN ASPHLAT CONCRETE WEARING konteks17 uniba bpn ac index php konteks article view 130
| File size | 363.62 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan menambahkan HDPE dalam proporsi 0%, 20%, 25%, dan 30% ke dalam campuran CLC untuk mengetahuiPenelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan menambahkan HDPE dalam proporsi 0%, 20%, 25%, dan 30% ke dalam campuran CLC untuk mengetahui
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Pengawasan proyek konstruksi merupakan aspek krusial dalam menjamin keselamatan bangunan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta kualitasPengawasan proyek konstruksi merupakan aspek krusial dalam menjamin keselamatan bangunan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta kualitas
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Inovasi Baling Bambu terbukti mampu menjadi salah satu solusi strategis dalam membantu pengentasan kemiskinan di Kota Bukittinggi, khususnya dalam konteksInovasi Baling Bambu terbukti mampu menjadi salah satu solusi strategis dalam membantu pengentasan kemiskinan di Kota Bukittinggi, khususnya dalam konteks
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Fenomena change order dalam kontrak konstruksi multinasional menjadi persoalan hukum yang kompleks akibat beragamnya sistem hukum yang mendasari hubunganFenomena change order dalam kontrak konstruksi multinasional menjadi persoalan hukum yang kompleks akibat beragamnya sistem hukum yang mendasari hubungan
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara C-Reactive Protein dan DAS 28 terhadap SF 36 pada pasien Artritis ReumatoidOleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara C-Reactive Protein dan DAS 28 terhadap SF 36 pada pasien Artritis Reumatoid
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Masalah resistensi antibiotik yang semakin meningkat, terutama pada infeksi nosokomial, telah menjadi masalah kesehatan global yang signifikan. AcinetobacterMasalah resistensi antibiotik yang semakin meningkat, terutama pada infeksi nosokomial, telah menjadi masalah kesehatan global yang signifikan. Acinetobacter
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menggunakan pendekatan integrative literature review dengan menelaah berbagai studi nasional dan internasional periode 2020–2025 untukPenelitian ini menggunakan pendekatan integrative literature review dengan menelaah berbagai studi nasional dan internasional periode 2020–2025 untuk
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Minyakita merupakan merek dagang minyak goreng milik Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. ProdukMinyakita merupakan merek dagang minyak goreng milik Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Produk
Useful /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menganalisis urgensi penerapan constitutional complaint sebagai mekanisme perlindungan hak konstitusional terhadap tindakan pemerintah yangPenelitian ini menganalisis urgensi penerapan constitutional complaint sebagai mekanisme perlindungan hak konstitusional terhadap tindakan pemerintah yang
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki yaitu 24 orang (68,6%), sedangkan perempuan sebanyak 11 orang (31,4%). BerdasarkanHasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki yaitu 24 orang (68,6%), sedangkan perempuan sebanyak 11 orang (31,4%). Berdasarkan
TADAYUNTADAYUN 17/DSN-MUI/IX/2000, perhitungan progresif berbasis waktu menunjukkan adanya kesenjangan kepatuhan (compliance gap) terhadap ketentuan harga tetap dalam17/DSN-MUI/IX/2000, perhitungan progresif berbasis waktu menunjukkan adanya kesenjangan kepatuhan (compliance gap) terhadap ketentuan harga tetap dalam
UNSULTRAUNSULTRA Aspek keselamatan pejalan kaki juga termasuk dalam kriteria tidak baik, dengan nilai persentase sebesar 46%. Hubungan antara kondisi fasilitas pedestrianAspek keselamatan pejalan kaki juga termasuk dalam kriteria tidak baik, dengan nilai persentase sebesar 46%. Hubungan antara kondisi fasilitas pedestrian