SINERGISSINERGIS

ARTERI : Jurnal Ilmu KesehatanARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan

MP-ASI adalah makanan disamping ASI yang bergizi dan diberikan pada bayi selama periode complementary feeding untuk mencapai kecukupan gizi. Produk MP-ASI yang akan dipasarkan seharusnya dapat dipastikan keamanannya dari cemaran logam dan mikroba. SNI 01-7111.1-2005 menjelaskan batasan minimal terhadap cemaran logam arsen, timbal, timah, raksa dan terbebas dari mikroba Escherichia coli, Salmonella sp, Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keamanan dengan membandingkan angka cemaran logam dan cemaran mikroba antar formula MPASI P1, P2 dan P3. P1 dan P2 merupakan MP-ASI dari bubuk kedelai dan kulit buah naga. P1 terdiri dari 25% bubuk kedelai, 45% susu bubuk, 10% bubuk kulit buah naga, 20% gula. P2 terdiri dari 35% bubuk kedelai, 35% susu bubuk, 10% bubuk kulit buah naga, 20% gula. Sedangkan P3 merupakan MP-ASI komersil. Metode yang digunakan untuk deteksi cemaran logam yaitu ICP-MS, cemaran mikroba coliform dan Escherichia coli dengan tehnik Angka Paling Mungkin (Apm) dan APL dengan teknik cawan tuang, deteksi salmonella spp. sesuai dengan iso 6579-1:2017, Staphylococci Koagulasi Positif. Hasil meliputi cemaran logam arsen di P2 dan P3 sedangkan timbal di P2 dengan kadar dibawah batas maximal SNI. Semua Formula MPASI P1,P2,P3 memiliki cemaran mikroba ALT, Eschericia coli, Salmonella sp., Stapylococcus aureus. Sehingga dapat disimpulkan formula MPASI dari bubuk kedelai dan kulit buah naga P2 paling aman dikonsumsi karena memiliki hasil cemaran logam dan mikroba sesuai standar SNI.

Cemaran logam arsen di P2 dan P3 sedangkan timbal di P2 dengan kadar dibawah batas maximal SNI.coli, salmonella, Stahphylococus P1, P2, P3 sesuai standar SNI sedangkan coliform hanya pada P2 saja yang sesaui standar SNI.Sehingga dapat disimpulkan formula MPASI dari bubuk kedelai dan kulit buah naga P2 paling aman dikonsumsi karena memiliki hasil cemaran logam dan mikroba sesuai standar SNI dan dapat dikomersilkan.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menguji efektivitas MP-ASI P2 dalam mengatasi stunting melalui uji klinis pada balita. Selain itu, perlu dilakukan analisis stabilitas dan daya simpan produk MP-ASI P2 untuk memastikan keamanan jangka panjang. Penelitian juga dapat mengeksplorasi potensi bahan alami lain seperti kulit buah naga sebagai alternatif pengganti bahan kimia dalam formulasi MP-ASI, dengan fokus pada peningkatan nutrisi dan pengurangan risiko kontaminasi.

Read online
File size368.13 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test