UNSOEDUNSOED
JOS | Universitas Jenderal SoedirmanJOS | Universitas Jenderal SoedirmanKehadiran teknologi digital telah membawa perubahan pada berbagai aspek kehidupan manusia, terutama dalam pembentukan karakter individu, khususnya pada remaja yang tugas perkembangan utamanya adalah pembentukan identitas. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif eksploratori untuk mengeksplorasi persepsi tentang teknologi digital dan kebutuhan remaja dalam pembentukan identitas di tengah tantangan yang ditimbulkan oleh teknologi digital. Data dikumpulkan melalui diskusi kelompok fokus dan wawancara mendalam dengan 24 peserta yang dipilih menggunakan teknik sampling tujuan. FGD mencakup remaja, orang tua, guru, dan perawat, sedangkan wawancara mendalam dilakukan dengan staf Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dan koordinator program kesehatan sekolah. Analisis data menggunakan pendekatan Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital memberikan remaja kesempatan untuk bersosialisasi, mengakses sumber pengetahuan, mengembangkan bakat, kreativitas, dan inovasi, serta meningkatkan kepercayaan diri. Namun, penggunaan berlebihan teknologi digital berisiko mengganggu kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial, yang dapat menghambat pembentukan identitas. Remaja membutuhkan karakter yang kuat, keterampilan pengaturan diri, dan dukungan dari berbagai pihak yang bekerja secara sinergis. Hasil ini memberikan wawasan berharga untuk merancang intervensi yang tepat dalam mendukung pembentukan identitas remaja.
Kehadiran teknologi digital dalam kehidupan remaja menciptakan kebutuhan internal untuk karakter remaja yang tangguh dan strategi penggunaan teknologi untuk memaksimalkan peluang dan menghindari risiko.Kebutuhan eksternal mencakup dukungan sosial dari keluarga, sekolah, teman sebaya, masyarakat, dan pembuat kebijakan yang bekerja sama.Penting untuk mengumpulkan informasi dari lebih banyak remaja.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada efek jangka panjang pengaruh keterlibatan orang tua dalam penggunaan teknologi digital terhadap pembentukan identitas remaja. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran aktivitas ekstrakurikuler tertentu, seperti seni atau olahraga, dalam meningkatkan ketahanan digital remaja. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana gaya asuh orang tua yang berbeda memengaruhi kemampuan remaja dalam mengelola penggunaan teknologi digital secara seimbang.
- Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s10212-018-0406-9Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s10212 018 0406 9
- Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s10964-020-01370-3Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s10964 020 01370 3
- Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak di Era Digital | Jurnal Pendidikan Islam. peran tua pembentukan... doi.org/10.47134/pjpi.v1i3.642Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak di Era Digital Jurnal Pendidikan Islam peran tua pembentukan doi 10 47134 pjpi v1i3 642
| File size | 690.51 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNYUNY 05). Kepercayaan guru dalam menggunakan media digital meningkat dari 38% menjadi 87%. Selain itu, workshop menghasilkan 80 produk kuis interaktif siap05). Kepercayaan guru dalam menggunakan media digital meningkat dari 38% menjadi 87%. Selain itu, workshop menghasilkan 80 produk kuis interaktif siap
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Menanamkan sifat jujur pada peserta didik adalah dasar untuk menjadi individu yang berintelektual. Peran aktif guru dan penggunaan teknologi dalam pendidikanMenanamkan sifat jujur pada peserta didik adalah dasar untuk menjadi individu yang berintelektual. Peran aktif guru dan penggunaan teknologi dalam pendidikan
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Selain sebagai pengajar, guru juga berfungsi sebagai pembimbing yang dapat menanamkan nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari siswa. Di tengahSelain sebagai pengajar, guru juga berfungsi sebagai pembimbing yang dapat menanamkan nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari siswa. Di tengah
MPUKUTURANMPUKUTURAN Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan menempatkan kearifan lokal tidak sekadar sebagai kumpulan nilai, tetapi sebagaiDengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan menempatkan kearifan lokal tidak sekadar sebagai kumpulan nilai, tetapi sebagai
IAKNAIAKNA Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari siklus I ke siklus II, terutama dalam pemahaman konsep dan keterlibatan siswa. Dalam siklus II,Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari siklus I ke siklus II, terutama dalam pemahaman konsep dan keterlibatan siswa. Dalam siklus II,
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Strategi pembelajaran aktif seperti PBL dan debat nilai-nilai Islam mendukung pengembangan keterampilan analisis dan evaluasi siswa. Namun, tantangan utamaStrategi pembelajaran aktif seperti PBL dan debat nilai-nilai Islam mendukung pengembangan keterampilan analisis dan evaluasi siswa. Namun, tantangan utama
IAKNAIAKNA Penelitian ini mengharapkan mahasiswa untuk mengenali dan memperbaiki strategi pencarian informasi mereka. Teori Ellis memberikan kerangka kerja yang komprehensifPenelitian ini mengharapkan mahasiswa untuk mengenali dan memperbaiki strategi pencarian informasi mereka. Teori Ellis memberikan kerangka kerja yang komprehensif
POLTEKKES MALANGPOLTEKKES MALANG Lingkungan pembelajaran virtual yang berpusat pada siswa dan pendekatan instruktur laboratorium untuk berlatih keterampilan keperawatan secara mandiriLingkungan pembelajaran virtual yang berpusat pada siswa dan pendekatan instruktur laboratorium untuk berlatih keterampilan keperawatan secara mandiri
Useful /
UNYUNY Sampel 91 siswa dari populasi 905 dipilih melalui pengambilan sampel acak bertingkat proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skalaSampel 91 siswa dari populasi 905 dipilih melalui pengambilan sampel acak bertingkat proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala
UNYUNY Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literatur, berdasarkan wawancara, buku, artikel jurnal, dan sumber akademik lainnya.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literatur, berdasarkan wawancara, buku, artikel jurnal, dan sumber akademik lainnya.
UIN MATARAMUIN MATARAM Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik survei. Kuesioner disebarkan kepada 95 pengurus organisasi mahasiswa di UniversitasPenelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik survei. Kuesioner disebarkan kepada 95 pengurus organisasi mahasiswa di Universitas
UM MetroUM Metro Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan penyebab korosi, mengidentifikasi indikasi jenis korosi berdasarkan karakteristik visual, sertaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan penyebab korosi, mengidentifikasi indikasi jenis korosi berdasarkan karakteristik visual, serta