POLTEKKES MALANGPOLTEKKES MALANG

Jurnal Keperawatan TerapanJurnal Keperawatan Terapan

Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah keterampilan penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa keperawatan. Periode pandemi dan perkembangan era digital menjadi tantangan dalam mengajar keterampilan klinis kepada mahasiswa keperawatan. Salah satu metode yang dianggap efektif adalah pembelajaran hibrid, yang merupakan kombinasi pembelajaran online dan konvensional. Studi tentang efektivitas pembelajaran hibrid, terutama dalam keterampilan klinis RJP, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pembelajaran hibrid terhadap keterampilan Resusitasi Jantung Paru (RJP) mahasiswa Keperawatan. Penelitian ini adalah studi kuasi-eksperimental dengan desain posttest control group design. Sampel terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol yang terdiri dari 68 mahasiswa. Instrumen penelitian menggunakan SOP RJP yang berlaku di institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan kelompok intervensi pembelajaran hibrid lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hasil uji statistik menggunakan Mann Whitney menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh metode pembelajaran hibrid terhadap keterampilan (P=0,224>0,05). Lingkungan pembelajaran virtual yang berpusat pada siswa dan pendekatan instruktur laboratorium untuk berlatih keterampilan keperawatan secara mandiri diperlukan agar mahasiswa terlibat aktif dan menguasai kompetensi yang dibutuhkan.

Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata pengetahuan dan keterampilan kelompok metode konvensional lebih besar dari kelompok perlakuan atau metode hybrid learning.Berdasarkan uji statistik, didapatkan hasil ada pengaruh metode hybrid learning terhadap pengetahuan laboratorium keperawatan Resusitasi Jantung Paru mahasiswa, namun tidak ada pengaruh signifikan metode hybrid learning terhadap keterampilan laboratorium keperawatan Resusitasi Jantung Paru mahasiswa Keperawatan.Lingkungan pembelajaran virtual yang berpusat pada siswa dan pendekatan instruktur laboratorium untuk berlatih keterampilan keperawatan secara mandiri disarankan agar mahasiswa terlibat aktif dan menguasai kompetensi yang dibutuhkan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih luas mengenai efektivitas pembelajaran hibrid dalam berbagai aspek pendidikan keperawatan, termasuk keterampilan klinis lainnya. Selain itu, perlu dipertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil pembelajaran, seperti kualitas konten pendidikan online, keterlibatan mahasiswa, dan dukungan teknologi. Dengan demikian, dapat dikembangkan strategi pembelajaran hibrid yang optimal untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa keperawatan dalam berbagai keterampilan klinis.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... ccforum.biomedcentral.com/articles/10.1186/ccf-2000-5899Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site ccforum biomedcentral articles 10 1186 ccf 2000 5899
Read online
File size114.88 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test