UNYUNY

Jurnal Ilmiah WUNYJurnal Ilmiah WUNY

Latar belakang: Kalimantan Barat memiliki sejarah panjang konflik etnis dan agama yang terus membentuk hubungan antar kelompok. Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) didirikan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk mencegah konflik sosial dan mempromosikan integrasi nasional di masyarakat yang sangat majemuk ini.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis kegiatan, dampak, dan tantangan FPK dalam mencegah konflik masyarakat di Kalimantan Barat.. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literatur, berdasarkan wawancara, buku, artikel jurnal, dan sumber akademik lainnya. Data dianalisis melalui analisis tematik yang dipandu oleh Teori Structuration Anthony Giddens.. Hasil: FPK telah menyelenggarakan seminar dialog nasional, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan kampanye media sosial termasuk kompetisi TikTok bertema Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan-kegiatan ini meningkatkan kesadaran tentang keragaman, tetapi sebagian besar mencapai peserta yang sudah sadar akan isu-isu ini dan gagal menembus komunitas yang lebih rentan atau berpotensi konflik. Batasan pendanaan, partisipasi wanita yang minim, dan absennya mekanisme follow-up terstruktur lebih lanjut membatasi efektivitas forum.. Kesimpulan: FPK memiliki potensi signifikan sebagai platform pencegahan konflik; namun, ia menghadapi tantangan internal dan eksternal yang signifikan, termasuk keterbatasan jangkauan, inklusivitas, dan pemantauan sistematis. Pembangunan perdamaian akar rumput yang berkelanjutan memerlukan keterlibatan masyarakat yang lebih kuat, perluasan jangkauan, dan penerjemahan rekomendasi menjadi kebijakan pemerintah yang konkret.

FPK memiliki potensi signifikan sebagai platform pencegahan konflik.namun, ia menghadapi tantangan internal dan eksternal yang signifikan, termasuk keterbatasan jangkauan, inklusivitas, dan pemantauan sistematis.Pembangunan perdamaian akar rumput yang berkelanjutan memerlukan keterlibatan masyarakat yang lebih kuat, perluasan jangkauan, dan penerjemahan rekomendasi menjadi kebijakan pemerintah yang konkret.

Untuk memperkuat peran FPK sebagai institusi perdamaian yang berkelanjutan, diperlukan beberapa reformasi strategis. Strategi keterlibatan masyarakat harus didesain ulang untuk secara aktif menjangkau populasi yang rentan konflik dan kurang terlayani, bukan hanya mengumpulkan mereka yang sudah simpatik terhadap nilai-nilai keragaman. Inklusi sistematis wanita sebagai peserta dan pemimpin dalam program FPK adalah esensial untuk meningkatkan representasi dan efektivitas. Mekanisme monitoring dan evaluasi yang kuat harus didirikan untuk memungkinkan perbaikan program berbasis bukti dan meningkatkan akuntabilitas terhadap komunitas peserta. Sumber pendanaan yang beragam harus dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada alokasi anggaran pemerintah yang berfluktuasi secara politik. Dan kemitraan kolaboratif dengan organisasi masyarakat sipil, universitas, dan sektor swasta harus diperkuat untuk membangun kapasitas organisasi FPK dan memperluas jangkauannya.

  1. Menelusuri Akar Konflik Antaretnik | Arkanudin | Mediator: Jurnal Komunikasi. menelusuri akar konflik... doi.org/10.29313/mediator.v7i2.1276Menelusuri Akar Konflik Antaretnik Arkanudin Mediator Jurnal Komunikasi menelusuri akar konflik doi 10 29313 mediator v7i2 1276
Read online
File size347.5 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test