USUUSU

LingPoet: Journal of Linguistics and Literary ResearchLingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research

Artikel ini membahas kajian yang mengembangkan konsep Attitude sebagai opini subjektif dalam Teori Bahasa Evaluatif. Konsep ini diterapkan dalam wacana akhbar Melayu, menggunakan dua jenis akhbar: Berita Harian/Berita Minggu Singapura (BH/BM Spura) dan Berita Harian/Berita Ahad Malaysia (BH/BA Msia). Hanya artikel komentar yang dipilih sebagai bahan kajian, dengan fokus pada peristiwa pengeboman World Trade Center pada 11 September 2001. Penelitian ini mengeksplorasi strategi yang digunakan oleh akhbar melalui komentatornya untuk memengaruhi pembaca, sehingga dapat menanamkan proposisi yang ingin disampaikan. Analisis didasarkan pada temuan mengenai Attitude dalam wacana akhbar Melayu, dengan kerangka linguistik berbasis Linguistik Sistemik-Fungsional. Attitude terdiri dari tiga jenis: Affect, Judgement, dan Appreciation. Konsep Bahasa Evaluatif dalam wacana akhbar Melayu dijelaskan melalui jenis-jenis Attitude tersebut.

Kerangka kerja Bahasa Evaluatif yang direvisi memasukkan dimensi religius ke dalam sistem Attitude.Dalam sistem Affect dan Judgement, evaluasi terhadap perasaan dan perilaku manusia tidak hanya didasarkan pada dimensi sosial, tetapi juga pada dimensi religius.Sistem Appreciation juga mengintegrasikan dimensi religius dalam bentuk apresiasi terhadap fenomena dari segi reaksi, komposisi, dan penilaian individu.Meskipun mengalami revisi, bahasa evaluatif tetap mencerminkan opini subjektif penulis atau aktor sosial dalam teks, terutama dalam wacana akhbar.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi bagaimana dimensi religius dalam sistem Affect memengaruhi pembentukan empati pembaca terhadap kelompok tertentu dalam wacana akhbar yang mengangkat isu sensitif seperti terorisme atau konflik sosial. Kedua, perlu dikaji lebih jauh bagaimana keseimbangan antara penilaian berbasis kapasitas dan kejujuran (veracity) dalam Judgement membentuk legitimasi terhadap tokoh publik dalam wacana politik di media Melayu. Ketiga, penting untuk menyelidiki peran sistem Valuation dalam Appreciation yang jarang muncul, guna memahami mengapa penilaian terhadap manfaat atau pentingnya suatu fenomena cenderung minim diekspresikan, dan bagaimana hal ini dapat dikembangkan untuk meningkatkan diskursus publik yang lebih reflektif. Penelitian-penelitian ini dapat dilakukan melalui analisis komparatif lintas negara atau dengan membandingkan genre media berbeda seperti media daring dan cetak. Selain itu, pendekatan kualitatif mendalam seperti wawancara dengan jurnalis dapat melengkapi temuan linguistik tentang niat di balik pilihan leksikal. Hasilnya dapat membantu memahami dinamika ideologi dan identitas dalam wacana media Melayu secara lebih utuh. Dengan demikian, penelitian lanjutan tidak hanya memperkaya kerangka linguistik, tetapi juga memberikan kontribusi pada pemahaman sosial yang lebih kritis terhadap media. Fokus pada dimensi religius juga membuka peluang untuk studi lintas agama atau lintas budaya dalam wacana Melayu. Semua ini penting untuk mengungkap bagaimana nilai-nilai agama dan sosial bersinergi dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, penelitian baru harus mampu mengeksplorasi kompleksitas interaksi antara bahasa, agama, dan ideologi secara sistematis. Pendekatan multidisipliner dapat diterapkan untuk memperdalam temuan dari kajian saat ini.

Read online
File size841.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test