MACHUNGMACHUNG

Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan IntermediaCitradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia

Karesidenan Bojonegoro merupakan daerah yang sering dilewati pendatang, namun terdapat kendala yaitu pendatang tidak tahu harus singgah dan memilih makan sesuai selera mereka. Kabupaten karesidenan Bojonegoro memiliki berbagai macam kuliner dan oleh-oleh yang enak dan belum tentu dapat dijumpai di kota lain. Oleh sebab itu, dilakukan yang memuat ilustrasi makanan, deskripsi, informasi tambahan setiap destinasi wisata kuliner. Metode perancangan menggunakan model perancangan Sanyoto (2006), dengan tahapan latar belakang, identifikasi, data perusahaan dan produk, Data pemasaran, analisis, sintesis, konsep perancangan, konsep tata desain, dan desain final. Proses produksi dilakukan melalui pembuatan layout gagasan dan layout kasar secara manual, layout lengkap secara digital dan finishing. Dari penelitian ini dihasilkan media utama berupa feed Instagram dan media pendukung pameran meliputi, banner, poster, infografis, pamphlet, brosur leflet, katalog digital, website, display iklan sosial media, dan merchandise totebag.

Media sosial Instagram yang mengangkat 13 destinasi wisata kuliner dengan lima postingan pada setiap jenis makanan yang memuat ilustrasi, deskripsi, dan informasinya.Media pendukung pameran yang jumlahnya memenuhi target sebanyak 12 jenis meliputi, banner, poster, infografis, pamphlet, brosur leflet, katalog digital, display media website, display iklan Facebook, display iklan X, display iklan Tiktok, display iklan Youtube, display iklan whatsapp, dan merchandise totebag.Dengan adanya perancangan ini diharapkan topik wisata kuliner daerah dapat menjadi referensi baik bagi penulis lain maupun pelaku usaha kuliner untuk mendukung potensi kuliner, melestarikan, dan menarik wisatawan daerah.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan fitur-fitur Instagram lainnya, seperti Instagram Stories dan Reels, dalam mempromosikan wisata kuliner Bojonegoro, dengan fokus pada peningkatan interaksi dan jangkauan audiens. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan konten yang lebih interaktif dan personal, seperti live streaming dari lokasi kuliner atau kuis berhadiah, untuk meningkatkan engagement dan loyalitas pengikut akun Instagram. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif dengan media promosi wisata kuliner lainnya, seperti TikTok atau YouTube, untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan masing-masing platform, serta menemukan strategi promosi yang paling efektif untuk menjangkau target pasar yang lebih luas. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat menghasilkan strategi promosi wisata kuliner Bojonegoro yang lebih komprehensif, inovatif, dan mampu meningkatkan daya tarik daerah sebagai destinasi wisata kuliner yang menarik.

Read online
File size499.36 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test