STKIP JBSTKIP JB

Prosiding Conference on Research and Community ServicesProsiding Conference on Research and Community Services

Peneliti melakukan penelitian dengan judul tuturan imperatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP A.Wahid Hasyim Tebuireng Cukir Diwek Jombang karena SMP A. Wahid Hasyim merupakan salah satu sekolah formal yang berada di bawah naungan yayasan pondok pesantren Tebuireng atau yang biasa dikenal dengan sebutan yayasan KH. Hasyim Asyari, sehingga siswa dan guru tidak hanya dari wilayah Jombang tetapi dari berbagai wilayah seperti Kalimantan, Jakarta, Surabaya dan sebagainya. Terdiri dari berbagai wilayah menyebabkan tuturan-tuturan yang terjadi dalam pembelajaran beranekargam dengan bahasa-bahasa yang berbeda. Tujuannya adalah untuk mengetahui bentuk tuturan imperatif formal atau struktural dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng Cukir Diwek Jombang. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif berupa observasi atau pengamatan alami dengan metode deskriptif. Peneliti menemukan imperatif formal atau struktural aktif yang menggunakan penanda kesantunan imbuhan –lah dan imperatif formal atau struktural pasif yang menggunakan penanda kesantunan imbuhan -di dalam penelian yang telah dilakukan. Adapun setiap penanda kesantunan yang terdapat pada tuturan mempengaruhi tindak tutur yang terjadi.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap judul bentuk tuturan imperatif formal atau struktural dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP A.Wahid Hayim Tebuireng Cukir Diwek Jombang, yang memiliki dua tuturan imperatif yaitu imperatif formal atau struktural aktif dan imperatif formal atau struktural pasif.Peneliti menemukan imperatif formal atau struktural aktif yang menggunakan penanda kesantunan imbuhan –lah dan imperatif formal atau struktural pasif yang menggunakan penanda kesantunan imbuhan -di dalam penelian yang telah dilakukan.Adapun setiap pendanda kesantunan yang terdapat pada tuturan mempengaruhi tindak tutur yang terjadi.

Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada aspek-aspek berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bentuk tuturan imperatif pragmatik atau non-struktural dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis pengaruh konteks sosial dan situasional terhadap penggunaan tuturan imperatif dalam interaksi sehari-hari di sekolah. Ketiga, studi komparatif antara tuturan imperatif di SMP A. Wahid Hasyim dengan sekolah-sekolah lain dapat dilakukan untuk memahami variasi penggunaan tuturan imperatif di berbagai lingkungan pendidikan.

Read online
File size807.43 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test