UMLUML

Psyche: Jurnal PsikologiPsyche: Jurnal Psikologi

Perilaku menggunakan smartphone secara berlebihan saat ini menjadi masalah di hampir seluruh lapisan masyarakat. Perilaku ini dapat berkembang menjadi kecanduan apabila tidak segera ditindaklanjuti. Orangtua dapat berperan dalam mencegah terjadinya kecanduan smartphone, tetapi banyak orangtua yang belum mengetahui cara mencegah hal ini. Untuk dapat menjangkau sasaran masyarakat yang lebih luas dalam menangani hal ini, peran kader kesehatan sangatlah dibutuhkan untuk dapat menyampaikan ke orangtua mengenai cara mencegah kecanduan smartphone pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi pencegahan kecanduan smartphone pada anak dengan melibatkan kader kesehatan sebagai partisipan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain one group pretest posttest. Instrumen berjumlah 10 pertanyaan dan telah diuji reliabilitas dengan nilai reliabilitas sebesar 0.60. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling dengan partisipan sejumlah 20 kader kesehatan Puskesmas X di Kota Malang. Psikoedukasi pencegahan kecanduan smartphone dilakukan sebanyak 6 sesi. Efektivitas intervensi menunjukkan adanya perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisa uji beda, skor pre-test dan post-test menunjukan nilai t-test sebesar -9.787 (p<0.001). Hal ini menunjukkan indikasi peningkatan pengetahuan kader kesehatan setelah intervensi diberikan.

Intervensi psikoedukasi pencegahan kecanduan smartphone pada anak bagi kader kesehatan di Puskesmas X Malang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kompetensi kader.Peningkatan ini terlihat dari skor yang lebih tinggi setelah intervensi dan kemampuan kader mengembangkan program serta brosur pencegahan, dengan tujuan memberdayakan mereka menyebarkan informasi ke masyarakat.Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada ukuran sampel dan tidak adanya tindak lanjut, sehingga disarankan penelitian lanjutan dengan intervensi psikoedukasi yang lebih luas di komunitas dan evaluasi pasca-intervensi.

Penelitian ini telah menunjukkan keberhasilan psikoedukasi dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai pencegahan kecanduan smartphone pada anak. Namun, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam dan dampak yang lebih luas. Pertama, penting untuk melakukan studi longitudinal yang menelusuri dampak jangka panjang intervensi psikoedukasi ini tidak hanya pada kader, tetapi juga pada praktik pengasuhan orang tua dan perilaku penggunaan smartphone anak-anak di komunitas. Pertanyaan penelitian dapat mencakup: Sejauh mana pengetahuan yang diperoleh kader dapat dipertahankan dan diaplikasikan dalam praktik sehari-hari oleh orang tua setelah enam bulan atau satu tahun? Apakah ada penurunan signifikan dalam tingkat kecanduan smartphone pada anak-anak di area yang dijangkau oleh kader yang telah dilatih? Studi ini akan memberikan bukti mengenai keberlanjutan dan efektivitas intervensi berbasis komunitas dalam mengubah perilaku kesehatan masyarakat secara konkret.. . Kedua, akan sangat bermanfaat untuk membandingkan efektivitas berbagai agen intervensi atau metode penyampaian psikoedukasi. Mengingat peran sentral kader kesehatan, peneliti dapat mengeksplorasi: Apakah ada perbedaan efektivitas jika psikoedukasi disampaikan langsung kepada orang tua, melalui guru di sekolah, atau melalui platform digital yang interaktif, dibandingkan dengan melalui kader kesehatan? Penelitian komparatif ini dapat membantu mengidentifikasi saluran yang paling optimal dan sesuai dengan konteks budaya serta tingkat literasi masyarakat.. . Ketiga, disarankan untuk melakukan penelitian kualitatif guna memahami lebih dalam tantangan dan faktor pendorong dalam penyebaran informasi pencegahan kecanduan smartphone di masyarakat. Peneliti dapat mewawancarai kader kesehatan dan orang tua untuk mengetahui: Apa saja hambatan kultural atau sosial yang mereka temui saat mencoba menerapkan batasan penggunaan smartphone pada anak? Bagaimana peran dukungan lingkungan sosial dan fasilitas yang tersedia di komunitas dalam memperkuat upaya pencegahan ini? Temuan kualitatif ini akan memperkaya pemahaman kita tentang dinamika implementasi di lapangan dan memberikan rekomendasi yang lebih kontekstual untuk intervensi di masa mendatang, memastikan bahwa program pencegahan dapat menjangkau dan beresonansi dengan berbagai lapisan masyarakat secara efektif dan berkelanjutan.

  1. PSYCHOEDUCATION TO PREVENT SMARTPHONE ADDICTION THROUGH COMMUNITY BASED INTERVENTION | Puspasari | Psyche:... journal.uml.ac.id/TIT/article/view/2729PSYCHOEDUCATION TO PREVENT SMARTPHONE ADDICTION THROUGH COMMUNITY BASED INTERVENTION Puspasari Psyche journal uml ac TIT article view 2729
Read online
File size438.87 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test