IAIN BONEIAIN BONE

JURNAL MAPPESONAJURNAL MAPPESONA

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Program Merdeka Belajar diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMPN 2 Watampone. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumen, dan studi pustaka, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Merdeka Belajar melibatkan identifikasi minat dan bakat siswa, pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian, pemanfaatan alat digital meskipun dengan sumber daya terbatas, dan penguatan kegiatan ekstrakurikuler untuk membangun karakter dan keterampilan. Kolaborasi antara guru dan siswa dalam perencanaan pembelajaran juga meningkatkan keterlibatan dan tanggung jawab siswa. Namun, terdapat kendala seperti kurangnya fasilitas, kurangnya minat siswa terhadap ekstrakurikuler, dan resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini menyarankan peningkatan fasilitas, pelatihan guru berkelanjutan, dan peningkatan keterlibatan siswa dan orang tua. Secara umum, Program Merdeka Belajar berkontribusi pada peningkatan pendidikan, tetapi masih memerlukan perbaikan dan penyesuaian agar sesuai dengan kebutuhan spesifik sekolah.

Implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Watampone melalui identifikasi minat dan bakat, pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan teknologi digital, dan program ekstrakurikuler memfasilitasi proses belajar yang lebih bermakna.Meskipun demikian, tantangan seperti fasilitas terbatas dan variasi keaktifan siswa masih perlu ditangani.Pengembangan ke depan meliputi penguatan pelatihan guru, optimalisasi pemanfaatan teknologi, dan peningkatan keterlibatan orang tua agar sesuai dengan konteks siswa.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai model pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan di SMPN 2 Watampone, dengan fokus pada bagaimana model-model tersebut dapat diadaptasi untuk mengakomodasi perbedaan minat dan bakat siswa secara lebih optimal. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa dan peran orang tua dalam mendukung kegiatan tersebut. Ketiga, penting untuk meneliti dampak implementasi Kurikulum Merdeka terhadap peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi digital dan pengembangan materi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melibatkan guru dalam proses refleksi dan evaluasi diri, serta memberikan pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia secara keseluruhan.

  1. Peningkatan Partisipasi Aktif Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Model Pembelajaran... edu.pubmedia.id/index.php/pgsd/article/view/493Peningkatan Partisipasi Aktif Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Model Pembelajaran edu pubmedia index php pgsd article view 493
  2. Media Pembelajaran Digital Generasi Alpha Era Society 5.0 Pada Kurikulum Merdeka | Hafizah | Al-Madrasah:... doi.org/10.35931/am.v7i4.2699Media Pembelajaran Digital Generasi Alpha Era Society 5 0 Pada Kurikulum Merdeka Hafizah Al Madrasah doi 10 35931 am v7i4 2699
  3. Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Pembinaan Dan Pengembangan Siswa Sekolah Dasar | Jurnal Bintang... ejurnal.stie-trianandra.ac.id/index.php/JUBPI/article/view/2001Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Pembinaan Dan Pengembangan Siswa Sekolah Dasar Jurnal Bintang ejurnal stie trianandra ac index php JUBPI article view 2001
Read online
File size360.93 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test