GOACADEMICAGOACADEMICA
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah NasionalAKSELERASI: Jurnal Ilmiah NasionalThis study analyzes the social capital of community mobilization cadres in Antapani Sub-district, which serve as intermediaries between the community and the government in meeting the needs of urban communities. The main focus of this study is on the reconstruction of social capital towards the resilience of community mobilizers based on Gender Equity, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). This research was conducted using the phenomenological method involving 3 stages of research. The research shows that community activist cadres in Antapani sub-district have social capital that can be reconstructed based on gender equity, disability, and social inclusion. The reconstruction of social capital is trust, social networks, and norms. The study identified a deep need for additional training to improve advocacy skills and regulatory understanding. Gender differences affect how cadres build networks and trust. Empowerment through social inclusion programs and a better understanding of disability are critical to improving cadres effectiveness in serving marginalized groups. Reconstructing social capital with a GEDSI perspective is expected to strengthen the capacity of cadres to address various community needs, improve access, and build better relationships with diverse community groups. The findings highlight the need for a more inclusive and gender-equity-based approach to enhance the role and effectiveness of community cadres.
The study reveals that community mobilizers in Antapani possess social capital that can be reconstructed based on Gender Equity, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), encompassing trust, social networks, and norms.Further training is crucial to enhance advocacy skills and regulatory understanding among cadres, as gender differences influence network building and trust.Ultimately, reconstructing social capital through a GEDSI lens is vital for strengthening cadres capacity to address community needs, improve access, and foster relationships with diverse groups.
Further research should investigate the specific strategies for effectively integrating GEDSI principles into the training programs for community cadres, moving beyond awareness to practical application. Additionally, a comparative study examining the social capital reconstruction processes in different sub-districts with varying socio-economic contexts could reveal valuable insights into contextual factors influencing success. Finally, longitudinal research is needed to assess the long-term impact of GEDSI-focused social capital reconstruction on the resilience and effectiveness of community cadres, tracking changes in their ability to address evolving community needs and advocate for marginalized groups over time. These studies will contribute to a more nuanced understanding of how to empower community cadres to build inclusive and resilient communities, requiring approximately 180 words to fully explore these avenues of inquiry.
| File size | 122.03 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Pendidikan Multikultural menjadi diskusi menarik khususnya dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan pendidikan anak usia dini.Pendidikan Multikultural menjadi diskusi menarik khususnya dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan pendidikan anak usia dini.
DAARULHUDADAARULHUDA Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, mengkaji asas hukum, sistematika,Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, mengkaji asas hukum, sistematika,
IBLAMIBLAM Mediasi ad hoc memberikan kebebasan kepada para pihak untuk menunjuk mediator tanpa terikat pada lembaga tertentu, sedangkan mediasi institusional swastaMediasi ad hoc memberikan kebebasan kepada para pihak untuk menunjuk mediator tanpa terikat pada lembaga tertentu, sedangkan mediasi institusional swasta
RADEN WIJAYARADEN WIJAYA dark exhibition, dark dungeons, dark resting places, dark conflict sites, dan dark camps of genocide. Dari berbagai bentuk situs dark tourism, museum merupakandark exhibition, dark dungeons, dark resting places, dark conflict sites, dan dark camps of genocide. Dari berbagai bentuk situs dark tourism, museum merupakan
JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM Narasi media sebagian besar menekankan konflik dan polarisasi daripada rekonsiliasi. Pembingkaian semacam itu berpotensi menormalisasi diskursus eksklusif,Narasi media sebagian besar menekankan konflik dan polarisasi daripada rekonsiliasi. Pembingkaian semacam itu berpotensi menormalisasi diskursus eksklusif,
IAIN CURUPIAIN CURUP Bersama-sama, suara-suara ini menunjukkan bahwa pluralisme hukum melampaui eksistensi paralel dari tiga tatanan hukum (hukum adat, hukum Islam, dan hukumBersama-sama, suara-suara ini menunjukkan bahwa pluralisme hukum melampaui eksistensi paralel dari tiga tatanan hukum (hukum adat, hukum Islam, dan hukum
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, preseden yudisial, dan prinsip-prinsip doktrinal, studi ini mengungkapkan bahwa Mahkamah Agung secara konsistenDengan mengkaji peraturan perundang-undangan, preseden yudisial, dan prinsip-prinsip doktrinal, studi ini mengungkapkan bahwa Mahkamah Agung secara konsisten
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk konflik serta potensi peluang sosial ekonomi yang timbul akibat keterbatasan lahan parkir bagi karyawan.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk konflik serta potensi peluang sosial ekonomi yang timbul akibat keterbatasan lahan parkir bagi karyawan.
Useful /
UNKLABUNKLAB Perspektif pelanggan (pemangku kepentingan eksternal selain siswa), pembelajaran dan pertumbuhan, serta pertimbangan keberlanjutan menerima investigasiPerspektif pelanggan (pemangku kepentingan eksternal selain siswa), pembelajaran dan pertumbuhan, serta pertimbangan keberlanjutan menerima investigasi
RADEN WIJAYARADEN WIJAYA Diperkirakan berasal dari tahun 1692 M, usia dan kondisi fisik yang rapuh membuat artefak asli tidak lagi cocok untuk digunakan dalam pertunjukan. PenelitianDiperkirakan berasal dari tahun 1692 M, usia dan kondisi fisik yang rapuh membuat artefak asli tidak lagi cocok untuk digunakan dalam pertunjukan. Penelitian
RADEN WIJAYARADEN WIJAYA Produk UMKM yang dihasilkan meliputi gula aren, gula semut, gula tualah, gula aren cair, dan kerajinan bambu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifProduk UMKM yang dihasilkan meliputi gula aren, gula semut, gula tualah, gula aren cair, dan kerajinan bambu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
RADEN WIJAYARADEN WIJAYA Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sentuhan nilai-nilai budaya Tionghoa dalam menu Timlo Solo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatifPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji sentuhan nilai-nilai budaya Tionghoa dalam menu Timlo Solo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif