RADEN WIJAYARADEN WIJAYA

Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan BudayaSabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya

Wayang Beber Tawang Alun adalah warisan budaya takbenda khas Pacitan, Jawa Timur, yang terdiri dari enam gulungan dengan total 23 cerita. Diperkirakan berasal dari tahun 1692 M, usia dan kondisi fisik yang rapuh membuat artefak asli tidak lagi cocok untuk digunakan dalam pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan Wayang Beber melalui kegiatan duplikasi, sehingga dapat digunakan sebagai media pendidikan dan pertunjukan tanpa merusak artefak asli. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan objek studi meliputi proses pembuatan kertas daluang, teknik sungging, dan penyebaran karya. Hasil duplikasi enam gulungan replika menunjukkan efektivitas strategi pelestarian kolaboratif antara seniman lokal dan nasional. Replika tidak hanya mempertahankan aspek visual dan nilai naratif, tetapi juga menjadi media edukasi yang memperkuat identitas budaya dan regenerasi pelaku seni tradisional secara berkelanjutan.

Duplikasi enam gulungan replika Wayang Beber Tawang Alun terbukti memainkan peran penting dalam pelestarian seni tradisional Jawa, khususnya dalam menjaga aspek visual, naratif, dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.Proses reproduksi yang dilakukan dengan medium daluang dan teknik sungging menghasilkan karya yang mendekati artefak asli, namun lebih mudah dirawat dan digunakan dalam berbagai konteks edukatif dan pertunjukan.Kolaborasi antara seniman lokal dan nasional menunjukkan bahwa pelestarian Wayang Beber telah menjadi kepedulian bersama, yang mendorong pola pelestarian partisipatif dan berbasis pemberdayaan masyarakat.Pemanfaatan replika dalam berbagai kegiatan budaya dan pendidikan memperkuat peran Wayang Beber tidak hanya sebagai warisan seni, tetapi juga sebagai media pembelajaran nilai-nilai sejarah, moral, dan identitas budaya bagi generasi muda.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide, seperti: . 1. Menganalisis dampak penggunaan replika Wayang Beber dalam meningkatkan apresiasi dan pemahaman generasi muda terhadap warisan budaya lokal. . 2. Mengeksplorasi strategi komunikasi dan edukasi yang efektif untuk memperkenalkan Wayang Beber kepada khalayak yang lebih luas, terutama generasi muda, dengan mempertimbangkan aspek visual dan naratif yang kuat dalam pertunjukan. . 3. Meneliti potensi pengembangan Wayang Beber sebagai media edukasi interaktif, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif bagi siswa.

Read online
File size4.58 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test