STFXAMBONSTFXAMBON
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonDewasa ini persoalan hubungan antara agama dan negara sangat relevan dengan situasi konkret di Indonesia. Polemik memperlihatkan adanya perbedaan yang ditandai oleh fenomena pluralisme di satu pihak dan jebakan privatisasi dan politisasi agama di pihak lain. Dalam hal ini, Driyarkara menawarkan paradigma diferensiasi dan pelampauan politik identitas untuk memberi perhatian terhadap hubungan antara agama dan negara. Selain itu, ia mempertanyakan sejauh mana paradigma diferensiasi dan pelampauan politik identitas itu mampu mendukung fenomena pluralisasi masyarakat modern. Agama dan negara perlu didiferensiasi sebagai dua karya yang berbeda. Namun, pembedaan agama dan negara tidak bertujuan untuk mendepak agama ke ranah privat, melainkan merangkul agama untuk dapat berpartisipasi dalam ruang publik dan kehidupan menegara dengan menjalankan peran sebagai sumber moralitas publik atau civil religion.
Hubungan antara agama dan negara menurut Driyarkara diatasi melalui diferensiasi sebagai dua karya yang berbeda, yakni agama sebagai ikatan suci antara manusia dan Tuhan, serta negara sebagai kompleks perbuatan bersama untuk mencapai ketertiban dan kesejahteraan umum.Indonesia bukan negara agama karena tidak dibangun atas dasar ajaran agama tertentu, namun juga bukan negara sekuler karena mengakui prinsip ketuhanan sebagai dasar moral dan spiritual kehidupan bernegara.Dengan demikian, Indonesia merupakan negara bukan-bukan, yaitu negara yang membedakan peran agama dan negara namun tetap menjaga keterhubungan keduanya dalam kerangka Pancasila.
Pertama, perlu diteliti bagaimana konsep diferensiasi agama dan negara menurut Driyarkara diterapkan dalam kebijakan publik di daerah yang memiliki mayoritas agama tertentu, untuk melihat apakah terjadi benturan antara kebebasan beragama dan otoritas negara. Kedua, penting untuk mengkaji bagaimana generasi muda memahami prinsip negara bukan-bukan dalam konteks maraknya media sosial dan polarisasi identitas agama-politik, guna mengetahui efektivitas gagasan Driyarkara dalam mencegah politisasi agama. Ketiga, perlu dilakukan penelitian komparatif tentang implementasi peran agama sebagai sumber moralitas publik di berbagai negara multikultural, untuk mengevaluasi sejauh mana model Driyarkara dapat menjadi rujukan dalam membangun tatanan sosial yang inklusif tanpa menafikan dimensi spiritual masyarakat.
| File size | 220.04 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Keberadaan masyarakat Tionghoa yang senantiasa dipermasalahkan menyebabkan agen-agen sosial berupaya membuka ruang kemungkinan melalui produksi karya.Keberadaan masyarakat Tionghoa yang senantiasa dipermasalahkan menyebabkan agen-agen sosial berupaya membuka ruang kemungkinan melalui produksi karya.
LAKPESDAMSALATIGALAKPESDAMSALATIGA Moderasi beragama berhasil diterapkan ketika diwujudkan dalam musyawarah lintas kelompok dan program pengajian rutin yang mengubah perbedaan menjadi khilafiyahModerasi beragama berhasil diterapkan ketika diwujudkan dalam musyawarah lintas kelompok dan program pengajian rutin yang mengubah perbedaan menjadi khilafiyah
STAK PESATSTAK PESAT Setelah pelatihan, pemahaman meningkat dengan 35% siswa mampu menganalisis konflik dan memberikan solusi strategis, sedangkan kelompok menengah tetap diSetelah pelatihan, pemahaman meningkat dengan 35% siswa mampu menganalisis konflik dan memberikan solusi strategis, sedangkan kelompok menengah tetap di
AKABAAKABA Politik identitas sering dimanfaatkan oleh aktor politik untuk memperkuat dukungan dengan mengorbankan persatuan dan kesetaraan dalam masyarakat, yangPolitik identitas sering dimanfaatkan oleh aktor politik untuk memperkuat dukungan dengan mengorbankan persatuan dan kesetaraan dalam masyarakat, yang
LOCUSMEDIALOCUSMEDIA Penelitian ini membahas peran Ombudsman Republik Indonesia dalam mengawasi praktik pelayanan publik di Kantor Pertanahan Kota Medan. Fokus utama diarahkanPenelitian ini membahas peran Ombudsman Republik Indonesia dalam mengawasi praktik pelayanan publik di Kantor Pertanahan Kota Medan. Fokus utama diarahkan
STAINSTAIN Temuan utama menunjukkan bahwa (1) pernikahan paksa sering diposisikan sebagai respons budaya terhadap perilaku sensitif sosial, (2) masyarakat memahamiTemuan utama menunjukkan bahwa (1) pernikahan paksa sering diposisikan sebagai respons budaya terhadap perilaku sensitif sosial, (2) masyarakat memahami
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Lokasi desa ini berada di pinggir jalan negara yang menghubungkan Kota Kupang dengan Kabupaten TTS dan Kabupaten Malaka. Persoalan utama yang ditemukanLokasi desa ini berada di pinggir jalan negara yang menghubungkan Kota Kupang dengan Kabupaten TTS dan Kabupaten Malaka. Persoalan utama yang ditemukan
UNIPASUNIPAS Konflik sosial merupakan fenomena dinamika yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat, bahkan konflik selalu hadir dalam setiap hubungan kerjaKonflik sosial merupakan fenomena dinamika yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan masyarakat, bahkan konflik selalu hadir dalam setiap hubungan kerja
Useful /
AKABAAKABA Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penelitian ini juga mempertimbangkan asas legalitas dan asas-asas umum pemerintahanUndang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penelitian ini juga mempertimbangkan asas legalitas dan asas-asas umum pemerintahan
STAINSTAIN Penelitian ini bertujuan mengembangkan strategi regulasi inklusif untuk meningkatkan akses mereka terhadap pendanaan fintech syariah. Dengan menggunakanPenelitian ini bertujuan mengembangkan strategi regulasi inklusif untuk meningkatkan akses mereka terhadap pendanaan fintech syariah. Dengan menggunakan
STFXAMBONSTFXAMBON Melalui pendekatan kualitatif, studi lapangan, dan studi literatur, penelitian ini menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan dan perayaan yang melibatkan banyakMelalui pendekatan kualitatif, studi lapangan, dan studi literatur, penelitian ini menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan dan perayaan yang melibatkan banyak
STFXAMBONSTFXAMBON Ide-ide tersebut adalah status keduanya sebagai kapasitas dasar setiap manusia dalam mencari kebenaran (dan kepastian) untuk hidup, status kebenaran, kepastian,Ide-ide tersebut adalah status keduanya sebagai kapasitas dasar setiap manusia dalam mencari kebenaran (dan kepastian) untuk hidup, status kebenaran, kepastian,