STFXAMBONSTFXAMBON
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonUntuk masyarakat etnis Manggarai, Flores Barat, kehadiran anak/bayi dalam keluarga mereka adalah hadiah dari Tuhan yang harus disyukuri. Upacara syukur untuk kehadiran anak ini disebut Teing Ngasang. Teing Ngasang adalah upacara pemberian nama kepada anak yang lahir dalam masyarakat Manggarai. Nama adalah sesuatu yang sangat berharga. Nama adalah representasi kepribadian seseorang. Nama sebenarnya mencakup identitas dan pola perilaku seseorang. Oleh karena itu, orang Manggarai selalu berusaha menghindari tindakan atau perilaku yang dapat merusak reputasi mereka. Fokus penulis adalah untuk melihat perbandingan upacara inisiasi serta titik persamaan dan perbedaan antara upacara Teing Ngasang dan Sakramen Baptis dalam Gereja Katolik. Selain itu, penulis akan meninjau poin-poin yang merupakan sumbangan dari upacara Teing Ngasang dalam hubungannya dengan Sakramen Baptis. Temuan dari studi perbandingan ini adalah perubahan makna upacara Teing Ngasang dalam cahaya iman Kristen. Selain itu, juga diketahui bahwa hubungan dan kesadaran akan Keberadaan Tertinggi dalam kehidupan orang Manggarai telah ada sebelum Katolik masuk.
Pemaknaan baru dari upacara Teing Ngasang merupakan suatu bentuk perubahan cara pandang.Kehadiran ajaran iman Katolik dalam sejarah kehidupan orang Manggarai membuahkan sesuatu yang bernilai, yakni tersingkapnya suatu kebenaran baru perihal religiusitas lokal orang Manggarai.Wujud Tertinggi yang disebut Mori Jari Dedek memperoleh pemaknaan baru dalam terang ajaran Iman Kristiani, yakni Tuhan Allah yang menciptakan segala sesuatu, asal mula dan yang memiliki kuasa atas segala sesuatu.Sejarah religiusitas lokal orang Manggarai juga menunjukan bahwa kesadaran manusia Manggarai mengenai adanya suatu wujud tertinggi yang menciptakan, berkuasa dan merupakan asal dari segala sesuatu, sesungguhnya sudah ada jauh sebelum masuknya Agama di Manggarai.Kesadaran ini kemudian membentuk kepribadian dan pola laku manusia Manggarai dalam menjalankan hidupnya.Upacara teing ngasang merupakan salah satu ritus dari seluruh kebudayaan orang Manggarai.Namun demikian, melalui ritus tersebut, kita bisa mengetahui bahwa, pertama, bagi orang Manggarai, segala sesuatu yang kita peroleh di dunia ini berada dalam kuasa Mori Jari Dedek.Kedua, adanya kesadaran dalam diri manusia Manggarai bahwa manusia (anak yang dilahirkan dalam keluarga Manggarai) hanyalah pemberian dan bukti cinta dari Mori jari Dedek.Oleh karena itu, sudah sepatutnya harus disyukuri, dijaga dan didik untuk menjadi orang yang baik dan mendatangkan berkat bagi banyak orang.Dalam ajaran dan tradisi kristiani, doa, harapan dan ungkapan syukur ini diwujudkan dalam tata upacara penerimaan Sakramen Baptis yang mengandung makna substansial sebagai bentuk pengabsahan seorang anak menjadi bagian dari anggota Gereja/anak Allah dan menjadi bagian dari keluarga kristiani dan masyarakat dalam arti luas.Ketiga, bagi orang Manggarai nama adalah representasi dari seluruh kepribadian seseorang.Karena itu, nama (baik) harus dijaga dan jangan sampai dicemari oleh perbuatan atau pola laku yang tidak baik.
Saran penelitian lanjutan: 1. Mengkaji lebih dalam tentang makna dan fungsi nama dalam tradisi Manggarai, serta bagaimana nama tersebut mempengaruhi identitas dan perilaku individu dalam masyarakat Manggarai. 2. Melakukan studi komparatif antara upacara Teing Ngasang dengan upacara inisiasi lainnya dalam budaya Manggarai, untuk memahami lebih lanjut tentang peran dan signifikansi upacara inisiasi dalam masyarakat tersebut. 3. Meneliti lebih lanjut tentang hubungan antara agama Katolik dan tradisi lokal Manggarai, khususnya dalam hal adaptasi dan integrasi ajaran Katolik dengan nilai-nilai budaya Manggarai, serta bagaimana hal ini mempengaruhi praktik keagamaan masyarakat Manggarai.
| File size | 545.83 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Pendidikan Multikultural menjadi diskusi menarik khususnya dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan pendidikan anak usia dini.Pendidikan Multikultural menjadi diskusi menarik khususnya dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan pendidikan anak usia dini.
DAARULHUDADAARULHUDA Kendati menghadapi tantangan seperti perbedaan interpretasi antar-aparat dan ketidaksetaraan posisi antara korban dan pelaku, restorative justice terbuktiKendati menghadapi tantangan seperti perbedaan interpretasi antar-aparat dan ketidaksetaraan posisi antara korban dan pelaku, restorative justice terbukti
IBLAMIBLAM Penerapan kedua pendekatan ini dalam kerangka hukum yang progresif menunjukkan bahwa mediasi ad hoc dan mediasi institusional swasta tidak hanya mampuPenerapan kedua pendekatan ini dalam kerangka hukum yang progresif menunjukkan bahwa mediasi ad hoc dan mediasi institusional swasta tidak hanya mampu
RADEN WIJAYARADEN WIJAYA Kategori lainnya mencakup bekas medan pertempuran, taman dengan nilai sejarah, kamp konsentrasi, lokasi pemakaman yang telah direkonstruksi, bekas penjara,Kategori lainnya mencakup bekas medan pertempuran, taman dengan nilai sejarah, kamp konsentrasi, lokasi pemakaman yang telah direkonstruksi, bekas penjara,
JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM Pembingkaian semacam itu berpotensi menormalisasi diskursus eksklusif, memperkuat persepsi intoleransi, dan membatasi pemahaman yang lebih inklusif tentangPembingkaian semacam itu berpotensi menormalisasi diskursus eksklusif, memperkuat persepsi intoleransi, dan membatasi pemahaman yang lebih inklusif tentang
IAIN CURUPIAIN CURUP Dari sudut pandang fiqih Islam, pergeseran yang diamati di antara Sasak menggambarkan dinamisme inheren dari Syariah melalui proses ganda dari peremajaanDari sudut pandang fiqih Islam, pergeseran yang diamati di antara Sasak menggambarkan dinamisme inheren dari Syariah melalui proses ganda dari peremajaan
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Secara keseluruhan, putusan ini berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan yurisprudensi lingkungan dan terwujudnya keadilan berkelanjutan dalamSecara keseluruhan, putusan ini berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan yurisprudensi lingkungan dan terwujudnya keadilan berkelanjutan dalam
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitianMenggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian
Useful /
RADEN WIJAYARADEN WIJAYA Replika tidak hanya mempertahankan aspek visual dan nilai naratif, tetapi juga menjadi media edukasi yang memperkuat identitas budaya dan regenerasi pelakuReplika tidak hanya mempertahankan aspek visual dan nilai naratif, tetapi juga menjadi media edukasi yang memperkuat identitas budaya dan regenerasi pelaku
RADEN WIJAYARADEN WIJAYA Temuan menunjukkan bahwa platform digital seperti media sosial, situs web, dan sistem pemesanan online telah berkontribusi signifikan dalam mempromosikanTemuan menunjukkan bahwa platform digital seperti media sosial, situs web, dan sistem pemesanan online telah berkontribusi signifikan dalam mempromosikan
169169 Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan studi lapangan. Studi pustaka mencakupMetode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan studi lapangan. Studi pustaka mencakup
STFXAMBONSTFXAMBON Kegiatan dan perayaan keagamaan yang terbuka bagi semua komunitas dapat meningkatkan keimanan umat, menumbuhkan toleransi serta saling menghormati antarKegiatan dan perayaan keagamaan yang terbuka bagi semua komunitas dapat meningkatkan keimanan umat, menumbuhkan toleransi serta saling menghormati antar