169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Pada era saat ini, para seniman yang melestarikan wayang golek kebanyakan sudah berusia lanjut. Kebutuhan akan generasi penerus untuk melanjutkan seni ini sangat mendesak, terutama bagi seorang sinden. Dalam seni wayang golek, peran sinden sangat penting, bahkan hampir setara dengan dalang. Meskipun banyak anak muda yang telah memiliki legalitas sebagai seniman, baik secara akademik maupun non-akademik, hanya sedikit yang bersedia dan mampu terlibat dalam dunia wayang golek. Hambatan utama terletak pada kompleksitas musik yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sinden dalam pertunjukan wayang golek, baik dari segi fungsi maupun tantangan yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan studi lapangan. Studi pustaka mencakup tesis dan disertasi yang terkait dengan objek penelitian. Studi lapangan dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Posisi sinden dalam pertunjukan sangat penting, karena estetika visual dan musikalitas sinden sangat memengaruhi keberhasilan pertunjukan wayang. Ini menjadi tantangan besar bagi siapa pun yang ingin menjadi penyanyi wayang. Pemahaman terhadap pengetahuan musik Sunda dan lakon wayang merupakan bekal utama bagi seorang sinden. Selain itu, sinden juga menghadapi tekanan sosial akibat paradigma negatif masyarakat terhadap profesi sinden. Penelitian ini mengkaji secara mendalam fungsi dan tantangan spesifik sinden wayang golek dari aspek visual, musikal, dan sosial.

Menjadi seorang sinden membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang besar, namun memberikan dampak positif melalui nilai-nilai filosofi kehidupan dalam seni tradisional.Generasi muda mulai menunjukkan kesadaran dengan melakukan penelitian dan kajian untuk melestarikan seni ini.Sinden seperti Masyuning menjadi inspirasi dengan membuktikan bahwa profesi ini dapat dijalani berdampingan dengan pendidikan dan memiliki masa depan yang cerah, sekaligus berkontribusi dalam pelestarian budaya bangsa.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas metode pengajaran karawitan Sunda berbasis digital untuk meningkatkan minat dan akses generasi muda terhadap seni sinden wayang golek, terutama dalam mengatasi kesulitan belajar yang kompleks secara daring. Kedua, sebaiknya diteliti bagaimana pengaruh representasi gender dan citra tubuh sinden di media sosial terhadap persepsi publik dan ambisi perempuan muda untuk terjun ke dunia wayang golek. Ketiga, perlu dikaji secara mendalam mengenai model ketahanan sosial keluarga bagi sinden yang aktif berkarya di malam hari, khususnya dalam menjaga harmoni rumah tangga meskipun memiliki jadwal pertunjukan yang panjang dan tidak reguler, agar profesi ini dapat diterima secara luas dalam konteks kehidupan modern.

  1. KOMPARASI SÉNGGOL SEKAR KAPASINDÉNAN CUCU S. SETIAWATI, YOYOH SETIA ASIH, DAN NENI HAYATI... doi.org/10.26742/paraguna.v9i1.2295KOMPARASI SyONGGOL SEKAR KAPASINDyONAN CUCU S SETIAWATI YOYOH SETIA ASIH DAN NENI HAYATI doi 10 26742 paraguna v9i1 2295
  2. Panggung. panggung skip main navigation menu content site footer table contents challenging truth text... jurnal.isbi.ac.id/index.php/panggungPanggung panggung skip main navigation menu content site footer table contents challenging truth text jurnal isbi ac index php panggung
  3. Panggung. panggung skip main navigation menu content site footer table contents challenging truth text... doi.org/10.26742/panggungPanggung panggung skip main navigation menu content site footer table contents challenging truth text doi 10 26742 panggung
  4. Pergeseran Fungsi dan Bentuk Ronggeng di Jawa Barat | Panggung. pergeseran fungsi ronggeng jawa panggung... jurnal.isbi.ac.id/index.php/panggung/article/view/39Pergeseran Fungsi dan Bentuk Ronggeng di Jawa Barat Panggung pergeseran fungsi ronggeng jawa panggung jurnal isbi ac index php panggung article view 39
Read online
File size891.42 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test