STFXAMBONSTFXAMBON

Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius AmbonFides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Prasangka dan konflik merupakan tantangan multikultural di banyak wilayah perkotaan, termasuk Kota Ambon. Tantangan di Ambon semakin berat karena warisan konflik horizontal yang bernuansa agama beberapa tahun lalu. Saat ini Ambon tampak tenang dan damai, bahkan banyak pihak menyatakan Ambon sebagai komunitas yang serasi. Namun, pihak lain masih meragukan dan menganggap perdamaian di Ambon hanya bersifat seremonial. Melalui pendekatan kualitatif, studi lapangan, dan studi literatur, penelitian ini menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan dan perayaan yang melibatkan banyak masyarakat dari berbagai komunitas agama menunjukkan kemajuan dalam kerukunan dan perdamaian di Kota Ambon dan Maluku.

Kegiatan dan perayaan keagamaan yang terbuka bagi semua komunitas dapat meningkatkan keimanan umat, menumbuhkan toleransi serta saling menghormati antar pemeluk agama.Kegiatan tersebut juga menumbuhkan sikap ramah dan kasih sayang, serta menjauhkan sikap bermusuhan di antara kelompok agama.Selain itu, kegiatan ini mewujudkan kerukunan antar umat beragama dan memberi kesempatan bagi kelompok non-pemeluk untuk mengenal serta memahami agama lain secara lebih baik.

Pertama, perlu diteliti bagaimana generasi muda di Ambon memaknai partisipasi mereka dalam perayaan keagamaan lintas iman, apakah keikutsertaan mereka lebih didorong oleh semangat multikulturalisme atau sekadar kegiatan sosial, untuk memahami akar dari toleransi yang hidup di kalangan muda. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas ruang publik baru di Ambon dalam memfasilitasi interaksi autentik antar komunitas agama, termasuk menelaah apakah desain fisik dan tata kelola ruang tersebut benar-benar mendorong kontak intensif yang mengurangi prasangka. Ketiga, perlu dikaji secara mendalam bagaimana tokoh agama memposisikan diri dalam aktivitas perayaan bersama, apakah mereka mendukung penuh sebagai bentuk inklusi atau justru membatasi keterlibatan umat karena pertimbangan doktrinal, sehingga dapat mengungkap ketegangan antara teologi dan praktik kerukunan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan melihat dimensi usia, ruang, dan otoritas keagamaan yang belum dieksplorasi secara rinci.

Read online
File size343.22 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test