GOACADEMICAGOACADEMICA

AKSELERASI: Jurnal Ilmiah NasionalAKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam teknik sungging tradisional wayang kulit Kapi Menda berdasarkan studi kasus di Griya Ukir Kulit Sagio. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipasi, praktek dan wawancara. Data penelitian berupa hasil sunggingan dengan karakter warna dan gaya khas Griya Ukir Kulit Sagio. Peneliti memilih Griya Ukir Kulit Sagio karena dikenal sebagai salah satu pusat pembuatan wayang kulit yang mempertahankan teknik-teknik tradisional dan berkomitmen kuat dalam melestarikan seni wayang kulit Gagrak Yogyakarta. Dalam konteks wayang Kethek Rucah, khususnya tokoh Kapi Menda, teknik sungging memiliki peran yang sangat penting. Kapi Menda adalah salah satu tokoh kera kecil yang memiliki karakteristik unik dalam dunia pewayangan. Teknik sungging yang diaplikasikan pada tokoh ini bukan hanya berfungsi untuk memperkuat identitas visualnya, tetapi juga untuk menyampaikan pesan-pesan simbolik yang terkandung dalam cerita.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Griya Ukir Kulit Sagio secara konsisten melestarikan teknik sungging tradisional sejak tahun 1962 dan memiliki reputasi tinggi dalam menghasilkan wayang kulit berkualitas.Teknik sungging tradisional pada wayang kulit Gagrak Yogyakarta, termasuk Kapi Menda, tidak hanya memperindah penampilan, tetapi juga memiliki nilai simbolis mendalam yang merefleksikan karakter tokoh dan nilai budaya masyarakat.Keberhasilan Griya Ukir Kulit Sagio dalam mempertahankan teknik ini menjadi bukti komitmen terhadap pelestarian seni wayang kulit Gagrak Yogyakarta.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh teknik sungging terhadap interpretasi karakter dan pesan moral dalam pertunjukan wayang kulit Kethek Rucah. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan teknik sungging pada wayang kulit Kapi Menda di berbagai daerah atau sanggar untuk mengidentifikasi variasi dan kekhasan lokal. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan inovasi teknik sungging yang tetap berlandaskan pada nilai-nilai tradisional, namun mampu menarik minat generasi muda dan memperluas jangkauan apresiasi seni wayang kulit. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni wayang kulit sebagai warisan budaya bangsa, serta memperkaya khazanah pengetahuan di bidang seni pertunjukan dan seni rupa tradisional. Dengan demikian, seni wayang kulit tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Read online
File size974.97 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test