MPUKUTURANMPUKUTURAN

Purwadita : Jurnal Agama dan BudayaPurwadita : Jurnal Agama dan Budaya

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ogoh-ogoh sebagai bagian dari kearifan lokal, menganalisis keterkaitannya dengan konsep Tri Hita Karana, serta menjelaskan bagaimana nilai-nilai tersebut membentuk sistem sosial-budaya yang terintegrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis deskriptif-interpretatif terhadap berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ogoh-ogoh mengandung berbagai nilai yang saling berkaitan, meliputi nilai sosial, simbolik-spiritual, pendidikan, budaya dan pariwisata, serta toleransi dan komunikasi budaya. Nilai-nilai tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berinteraksi secara dinamis dalam mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Temuan ini juga menunjukkan bahwa ogoh-ogoh tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi budaya, tetapi juga sebagai media interaksi sosial, transmisi budaya, serta pendidikan informal dalam masyarakat. Selain itu, tradisi ini terus direproduksi melalui praktik sosial dan komunikasi simbolik sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan sosial tanpa kehilangan nilai dasarnya. Dengan demikian, ogoh-ogoh dapat dipahami sebagai sistem nilai sosial-budaya yang integratif dan selaras dengan prinsip Tri Hita Karana.

Tradisi ogoh-ogoh merepresentasikan suatu sistem nilai sosial-budaya yang kompleks dan terintegrasi dalam kehidupan masyarakat, di mana nilai religius, sosial, estetika, kebersamaan, dan kreativitas saling berkaitan dan menunjukkan keterhubungan yang erat dengan konsep Tri Hita Karana yang menekankan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut tidak berdiri secara terpisah, melainkan berinteraksi dan membentuk sistem yang dinamis dalam praktik kehidupan masyarakat, sehingga tradisi ogoh-ogoh dapat dipahami sebagai media kultural yang tidak hanya mempertahankan identitas lokal, tetapi juga memperkuat struktur sosial serta memberikan kontribusi dalam pemaknaan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.Selain itu, temuan ini juga menegaskan bahwa tradisi ogoh-ogoh tidak hanya merepresentasikan ekspresi budaya, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme reproduksi sosial dan pendidikan budaya yang berlangsung secara informal dalam masyarakat.Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan menempatkan kearifan lokal tidak sekadar sebagai kumpulan nilai, tetapi sebagai sistem integratif yang bekerja melalui interaksi sosial, praktik budaya, dan proses internalisasi nilai secara berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak transformasi digital terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dalam tradisi ogoh-ogoh, seperti peran media sosial dalam menyebarkan representasi budaya dan memengaruhi maknanya. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi potensi ekonomi dan keberlanjutan pariwisata dalam konteks pemanfaatan tradisi ogoh-ogoh sebagai daya tarik lokal, termasuk tantangan komodifikasi budaya. Terakhir, penelitian bisa fokus pada proses transmisi nilai antar generasi melalui tradisi ogoh-ogoh, khususnya dalam konteks pendidikan karakter dan pembentukan identitas budaya bagi generasi muda di era digital.

  1. Metastability through Tri Hita Karana: Sustaining Balinese art and Culture. tri hita karana sustaining... ijsshr.in/v7i1/48.phpMetastability through Tri Hita Karana Sustaining Balinese art and Culture tri hita karana sustaining ijsshr in v7i1 48 php
  2. Cultural Accounting in the Ogoh-Ogoh Tradition: A Symbolic Interactionist Approach | Owner : Riset dan... doi.org/10.33395/owner.v9i4.2804Cultural Accounting in the Ogoh Ogoh Tradition A Symbolic Interactionist Approach Owner Riset dan doi 10 33395 owner v9i4 2804
  3. Pengaruh Model Problem Based Learning Berorientasi Tri Hita Karana Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA... ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JIPPG/article/view/29698Pengaruh Model Problem Based Learning Berorientasi Tri Hita Karana Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA ejournal undiksha ac index php JIPPG article view 29698
  4. Ogoh-Ogoh Kampung Bali Bekasi as a Symbol of Tolerance in Digital Communication and Tradition Preservation... e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/LONTAR/article/view/10308Ogoh Ogoh Kampung Bali Bekasi as a Symbol of Tolerance in Digital Communication and Tradition Preservation e jurnal lppmunsera index php LONTAR article view 10308
Read online
File size322.93 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test