MAND YCMMMAND YCMM

PHASIJPHASIJ

Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara menetap pada pembuluh darah arteri. Salah satu cara untuk membantu menurunkan tekanan darah pasien yaitu dengan terapi Slow Deep Breathing. Slow Deep Breathing dapat menjadi salah satu aktivitas pilihan bagi penderita hipertensi karena membantu mengurangi ketegangan otot serta memperlambat denyut jantung. Tujuan: dilakukan penerapan terapi Slow Deep Breathing untuk mengetahui hasil penerapan terapi Slow Deep Breathing terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus pada dua responden dengan memfokuskan implementasi Slow Deep Breathing untuk menurunkan tekanan darah pasien hipertensi dengan pemberian intervensi selama tujuh hari. Hasil: terapi Slow Deep Breathing berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pasien sehingga tekanan pasien berkurang. Responden pertama tekanan darah dari 153/91 mmHg menjadi 147/83 mmHg dan responden kedua tekanan darah dari 179/116 mmHg menjadi 169/100 mmHg. Kesimpulan: Slow Deep Breathing efektif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Berdasarkan hasil penerapan Slow Deep Breathing yang telah dilakukan pada dua responden penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Purwodiningratan Kota Surakarta, dapat disimpulkan bahwa.(1) Sebelum diberikan intervensi terapi Slow Deep Breathing, tekanan darah responden pertama (Ny.N) adalah 153/91 mmHg dan tekanan darah responden kedua (Ny.S) adalah 179/116 mmHg, keduanya masuk dalam kategori hipertensi grade 2.(2) Setelah diberikan intervensi selama tujuh hari, tekanan darah Ny.N) mengalami penurunan tekanan darah sistole sebanyak 6 mmHg dan diastole sebanyak 8 mmHg, sedangkan responden kedua (Ny.S) mengalami penurunan sistole sebanyak 10 mmHg dan diastole sebanyak 16 mmHg.(4) Slow Deep Breathing efektif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan adalah: (1) Responden dapat melanjutkan terapi Slow Deep Breathing secara mandiri untuk mengontrol tekanan darah; (2) Instansi pendidikan dapat menggunakan penelitian ini sebagai acuan pembelajaran dalam penambahan materi kurikulum sebagai intervensi keperawatan bagi pasien dengan hipertensi; (3) Instansi kesehatan dapat menerapkan layanan keperawatan yang mendampingi pasien hipertensi dalam melakukan terapi Slow Deep Breathing dengan benar dan tepat sesuai prosedur. Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas terapi Slow Deep Breathing dalam jangka panjang, serta mengkaji lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi selain terapi tersebut. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas terapi Slow Deep Breathing dengan terapi non-farmakologis lainnya dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.

Read online
File size297.76 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test