MAND YCMMMAND YCMM

PHASIJPHASIJ

Latar belakang : Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan gangguan paru yang ditandai dengan penyempitan saluran napas dan penumpukan lendir, menyebabkan sesak napas dan penurunan kualitas hidup pasien. Penanganan nonfarmakologis seperti latihan pursed lips breathing (PLB) diyakini mampu memperbaiki pola napas dan meningkatkan oksigenasi. Tujuan : mengetahui pengaruh latihan PLB terhadap pola napas pasien PPOK di RSUD Kartini Karanganyar. Metode : penerapan yang digunakan adalah studi kasus dengan pengukuran kondisi pre dan post intervensi pada 2 pasien memenuhi kriteria tertentu. Hasil : Sebelum intervensi, frekuensi napas pada pasien berkisar antara 25-30 kali per menit, dengan saturasi oksigen (SpO2) sekitar 96-97%. Setelah dilakukan latihan selama 20 menit 2x selama 1 hari, terjadi penurunan frekuensi napas menjadi sekitar 20-26 kali per menit dan peningkatan SpO2 menjadi 98-99%. Pola napas menjadi lebih stabil dan teratur, serta nadi dalam batas normal. Hasil ini menunjukkan bahwa pursed lip breathing efektif dalam memperbaiki pola napas, menurunkan frekuensi napas, dan meningkatkan saturasi oksigen pasien PPOK. Kesimpulan : dengan penerapan teknik Pursed Lips Breathing pada pasien PPOK di RSUD Kartini Karanganyar cenderung mengalami perbaikan pada pola napas pasien.

Penerapan Pursed Lips Breathing efektif dalam memperbaiki pola napas pasien PPOK dengan menurunkan frekuensi napas dan meningkatkan saturasi oksigen.Perbaikan pola napas terlihat dari stabilnya frekuensi nadi dan peningkatan kualitas pernapasan.Teknik ini dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untuk mengurangi sesak napas dan meningkatkan status oksigenasi pasien PPOK.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi dengan jumlah responden yang lebih besar untuk memvalidasi efektivitas Pursed Lips Breathing secara luas. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi kombinasi teknik PLB dengan metode nonfarmakologis lain seperti latihan pernapasan Buteyko untuk meningkatkan hasil klinis. Selanjutnya, studi jangka panjang dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak berkelanjutan PLB pada fungsi paru dan kualitas hidup pasien PPOK dalam kondisi nyata.

Read online
File size373.54 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test