MAND YCMMMAND YCMM

PHASIJPHASIJ

Kunjungan Antenatal Care (ANC) yang teratur berperan penting dalam menurunkan angka kematian ibu. Namun, cakupan ANC di Indonesia masih rendah, dengan cakupan K4 sebesar 68,1% dan K6 sebesar 17,6% pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di Indonesia melalui tinjauan sistematis. Kajian dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan menelusuri literatur pada Garuda, Google Scholar, PubMed, dan repositori institusi untuk publikasi tahun 2019–2025. Sebanyak 10 studi observasional yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan metode vote-counting serta penilaian kualitas dengan JBI Critical Appraisal Checklist. Hasil menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh studi menemukan hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan kunjungan ANC (p<0,05), sementara dua studi tidak menemukan hubungan yang signifikan. Hubungan positif tersebut ditemukan di wilayah Indonesia Barat, Tengah, dan Timur, dengan dukungan informasional dan instrumental menunjukkan pengaruh paling kuat. Disimpulkan bahwa dukungan keluarga berkontribusi terhadap peningkatan kepatuhan kunjungan ANC, meskipun dipengaruhi pula oleh faktor regional dan sosial ekonomi. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dalam upaya peningkatan pemanfaatan layanan ANC.

Dukungan keluarga, khususnya dukungan suami, secara umum berhubungan positif dan signifikan dengan keteraturan kunjungan ANC, dan pola ini konsisten di Indonesia Barat, Tengah, maupun Timur.Dimensi informasional dan instrumental tampak paling berpengaruh.Mengingat capaian K4 dan K6 nasional yang masih di bawah target, penguatan keterlibatan keluarga diintegrasikan dengan intervensi pendidikan, ekonomi, dan akses direkomendasikan sebagai komponen strategi peningkatan cakupan ANC, dengan model konseptual yang diusulkan sebagai kerangka kerja.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak dukungan keluarga pada kepatuhan kunjungan ANC di berbagai konteks sosial ekonomi untuk memahami variabel penghambat yang lebih spesifik. 2. Perlu dilakukan analisis kualitatif untuk mengeksplorasi peran faktor budaya dalam mendukung kepatuhan kunjungan ANC, terutama di wilayah dengan variasi tradisi lokal. 3. Pengembangan intervensi berbasis keluarga yang fokus pada dukungan instrumental, seperti akses transportasi dan biaya, dapat menjadi arah penelitian baru untuk meningkatkan cakupan layanan ANC secara berkelanjutan.

  1. HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN INTENSITAS KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) IBU HAMIL... doi.org/10.52822/jwk.v7i1.408HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN INTENSITAS KUNJUNGAN ANTENATAL CARE ANC IBU HAMIL doi 10 52822 jwk v7i1 408
  2. ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) | Tanjung | Jurnal Kebidanan Khatulistiwa.... ejournal.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/JKK/article/view/1317ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE ANC Tanjung Jurnal Kebidanan Khatulistiwa ejournal poltekkes pontianak ac index php JKK article view 1317
  3. Analysis Of Husband's Support During Pregnancy Against Antenatal Care Visits | Jurnal kesehatan... doi.org/10.25311/keskom.vol7.iss1.530Analysis Of Husbands Support During Pregnancy Against Antenatal Care Visits Jurnal kesehatan doi 10 25311 keskom vol7 iss1 530
  4. Hubungan pendidikan, pekerjaan dan dukungan suami terhadap keteraturan kunjungan ANC pada ibu hamil trimester... ejournal.unisayogya.ac.id/index.php/JHeS/article/view/842Hubungan pendidikan pekerjaan dan dukungan suami terhadap keteraturan kunjungan ANC pada ibu hamil trimester ejournal unisayogya ac index php JHeS article view 842
Read online
File size589.39 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test