MAND YCMMMAND YCMM

PHASIJPHASIJ

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi dan keterlibatan karyawan terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner Likert dari 55 karyawan tetap dan dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, regresi linear sederhana dan ganda, uji t, uji F, korelasi Pearson, dan koefisien determinasi. Hasil menunjukkan bahwa kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sementara keterlibatan karyawan memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan dalam model regresi ganda. Secara bersamaan, kedua variabel tersebut secara signifikan memengaruhi kinerja karyawan, berkontribusi sebesar 46,0%. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa di konteks rumah sakit swasta di Indonesia, kompensasi berperan lebih dominan dibandingkan keterlibatan karyawan, berbeda dengan temuan dominan dalam literatur Barat yang menempatkan keterlibatan sebagai prediktor utama kinerja.

Penelitian ini menemukan bahwa pemberian kompensasi yang adil dan pemberdayaan motivasi karyawan keduanya penting bagi kinerja di Rumah Sakit Bogor, namun dampak masing-masing bervariasi.Kompensasi memiliki pengaruh kuat, positif, dan signifikan terhadap kinerja karyawan, menunjukkan bahwa pemberian upah yang adil dan cukup tetap menjadi alasan utama karyawan bekerja keras, disiplin, dan menghasilkan kualitas kerja yang baik di lingkungan rumah sakit.Keterlibatan karyawan memiliki pengaruh positif dan penting terhadap kinerja, tetapi kemampuannya untuk menjelaskan perbedaan kinerja tidak sekuat kompensasi, menunjukkan bahwa keterlibatan karyawan mungkin tidak cukup untuk meningkatkan hasil kinerja secara signifikan.Analisis regresi bersama menunjukkan bahwa kompensasi dan keterlibatan karyawan secara bersamaan menjelaskan sebagian besar variasi kinerja karyawan.Meskipun keterlibatan karyawan penting secara individual, ketika dilihat bersama kompensasi, kompensasi menjadi faktor utama, sementara keterlibatan karyawan tidak terlihat sepenting sebelumnya.Temuan ini menunjukkan bahwa di Rumah Sakit Bogor, keterlibatan karyawan dapat membantu meningkatkan hasil kerja, tetapi efeknya mungkin bergantung pada apakah karyawan dibayar secara adil dan kondisi struktural di dalam rumah sakit secara keseluruhan.Karyawan cenderung mengubah keterlibatan mereka menjadi hasil kerja yang lebih baik ketika kebutuhan dasar mereka terpenuhi terlebih dahulu.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi ini dengan memperluas sampel penelitian ke berbagai rumah sakit umum dan swasta di Indonesia untuk membandingkan perbedaan konteks antar sektor. Penelitian juga bisa menggunakan desain longitudinal untuk mempelajari perubahan jangka panjang dalam hubungan antara kompensasi, keterlibatan karyawan, dan kinerja, terutama setelah ada perubahan kebijakan atau struktur organisasi. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi variabel tambahan seperti gaya kepemimpinan, beban kerja, budaya organisasi, atau stres pekerjaan untuk memahami lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi kinerja karyawan di sektor kesehatan. Pendekatan ini akan memberikan wawasan lebih komprehensif tentang dinamika antara faktor ekonomi dan psikologis dalam meningkatkan kinerja karyawan.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/ocp0000056APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 ocp0000056
Read online
File size526.23 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test