MAND YCMMMAND YCMM

PHASIJPHASIJ

Stroke non-hemoragik merupakan kondisi kehilangan fungsi neurologis akibat gangguan aliran darah ke otak yang berdampak pada kelemahan otot dan gangguan mobilitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan Range of Motion (ROM) pasif dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu sampel pasien dewasa yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Intervensi yang diberikan berupa latihan ROM pasif selama lima hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengukuran skala kekuatan otot. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas kanan dari skala 1 menjadi 5, serta ekstremitas bawah kanan dari skala 1 menjadi 5 setelah intervensi. Disimpulkan bahwa latihan ROM pasif efektif dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non-hemoragik. Disarankan perawat dapat mengimplementasikan latihan ini sebagai bagian dari asuhan keperawatan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada pasien dengan stroke non-hemoragik di Ruangan MTSK BLUD RSUD Kota Baubau selama 5 hari, dapat disimpulkan bahwa masalah keperawatan yang utama adalah gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan penurunan kekuatan otot.Pemberian intervensi berupa latihan range of motion (ROM) yang dilakukan secara teratur dua kali sehari dengan durasi ±20 menit menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot yang signifikan, yaitu dari skala 1 menjadi skala 5 pada ekstremitas yang mengalami kelemahan.Hasil ini menunjukkan bahwa latihan ROM efektif dalam meningkatkan kekuatan otot serta mendukung pemulihan mobilitas fisik pada pasien stroke non-hemoragik.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian perlu dilakukan dengan sampel yang lebih besar untuk memvalidasi efektivitas latihan ROM pasif pada populasi yang lebih beragam. Kedua, studi tentang durasi intervensi yang lebih panjang dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang latihan ROM terhadap pemulihan fungsi motorik. Ketiga, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi kombinasi latihan ROM dengan metode rehabilitasi lain, seperti terapi kognitif atau penggunaan teknologi, guna meningkatkan efektivitas intervensi secara holistik. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang penerapan latihan ROM dalam konteks keperawatan stroke yang lebih komprehensif.

Read online
File size294.24 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test