ARIPIARIPI
Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan BiologiJurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan BiologiUdang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan spesies introduksi yang dibudidayakan di Indonesia dan berperan penting dalam peningkatan produksi serta ekspor udang nasional. Namun, penyakit infeksius seperti Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) dan Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) menjadi ancaman serius bagi industri budidaya udang. Kedua penyakit ini menyebabkan penurunan pertumbuhan dan performa produksi udang. Teknik diagnostik Polymerase Chain Reaction (PCR) menjadi metode yang efektif untuk mendeteksi infeksi EHP dan AHPND, karena hasilnya cepat dan akurat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Karantina Ikan Juanda, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur tanggal 1 Juli sampai dengan 29 Agustus 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemeriksaan serta hasil pemeriksaan Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) dan Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) selama proses pemeriksaan di BKHIT Jawa Timur. Metode uji yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pengambilan data primer dan sekunder. Pemeriksaan EHP di BKHIT Jawa Timur menggunakan metode single step PCR, sedangkan pemeriksaan AHPND menggunakan metode Nested PCR yang terdiri dari tahap ekstraksi, amplifikasi, elektroforesis dan visualisasi hasil. Berdasarkan hasil pemeriksaan selama kegiatan terdapat 4 sampel yang dinyatakan positif EHP dan tidak ada sampel yang dinyatakan positif AHPND dari 51 sampel udang vaname (Litopenaeus vannamei).
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) didapatkan hasil visualisasi dengan panjang band 510 bp dan dari 51 sampel yang dilakukan pemeriksaan, 4 sampel dinyatakan positif EHP.Sedangkan pada pemeriksaan Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) diperoleh hasil visualisasi dengan panjang band 230 bp dan dari keseluruhan sampel tidak ada yang dinyatakan positif.Hasil pemeriksaan didapatkan bahwa udang vaname yang terinfeksi EHP tidak teridentifikasi adanya infeksi AHPND.
1. Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas penerapan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) dalam mengendalikan penyebaran EHP di tambak udang Jawa Timur. 2. Studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya prevalensi AHPND di daerah Banyuwangi, seperti pengelolaan kualitas air dan biosecurity. 3. Penelitian dapat mengembangkan metode deteksi EHP yang lebih sensitif dan cepat, misalnya dengan membandingkan efektivitas nested PCR dan single step PCR dalam skala besar. Saran-saran ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan budidaya udang terhadap penyakit dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.
| File size | 694.53 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UMIUMI Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi peserta dan respons verbal selama sesi diskusi tanpa menggunakan pengukuran kuantitatif berupa tes praEvaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi peserta dan respons verbal selama sesi diskusi tanpa menggunakan pengukuran kuantitatif berupa tes pra
UMIUMI Perusahaan dengan skala yang lebih besar, profitabilitas yang lebih tinggi, serta jumlah anggota komite audit yang lebih banyak cenderung memiliki waktuPerusahaan dengan skala yang lebih besar, profitabilitas yang lebih tinggi, serta jumlah anggota komite audit yang lebih banyak cenderung memiliki waktu
JURNALUGNJURNALUGN Di Kabupaten Padang Lawas Utara, pelaku UMKM bergerak pada berbagai sektor, namun masih menghadapi permasalahan seperti rendahnya minat pasar terhadapDi Kabupaten Padang Lawas Utara, pelaku UMKM bergerak pada berbagai sektor, namun masih menghadapi permasalahan seperti rendahnya minat pasar terhadap
UMGUMG Kisaran kualitas air selama penelitian berada pada kondisi yang sesuai dengan standar SNI 01-7246-2006 sehingga mendukung pertumbuhan udang secara optimal.Kisaran kualitas air selama penelitian berada pada kondisi yang sesuai dengan standar SNI 01-7246-2006 sehingga mendukung pertumbuhan udang secara optimal.
JURNALPERIKANANKAMASANJURNALPERIKANANKAMASAN Parameter kualitas air yang diukur meliputi kecerahan, warna, suhu, tinggi air, pH, salinitas, ammonium, nitrit, fosfat, dissolved oxygen (DO), total organicParameter kualitas air yang diukur meliputi kecerahan, warna, suhu, tinggi air, pH, salinitas, ammonium, nitrit, fosfat, dissolved oxygen (DO), total organic
LPPM UNBAJALPPM UNBAJA Data tersebut menunjukkan bahwa ISPA merupakan penyakit dengan presentase terbanyak yang menyerang balita. Dari hasil studi pendahuluan yang di dapatkanData tersebut menunjukkan bahwa ISPA merupakan penyakit dengan presentase terbanyak yang menyerang balita. Dari hasil studi pendahuluan yang di dapatkan
UMGUMG Dimana hasil terbaik di dapat pada perlakuan A (kepadatan ikan bandeng dan udang 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m2) sebesar 1,15. Sedangkan nilai terdapatDimana hasil terbaik di dapat pada perlakuan A (kepadatan ikan bandeng dan udang 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m2) sebesar 1,15. Sedangkan nilai terdapat
UNIBUNIB Daerah penangkapan ikan di Wilayah Pulau Baai lebih jauh dan luas dibandingkan dengan daerah penangkapan nelayan di daerah penangkapan ikan lainnya. NelayanDaerah penangkapan ikan di Wilayah Pulau Baai lebih jauh dan luas dibandingkan dengan daerah penangkapan nelayan di daerah penangkapan ikan lainnya. Nelayan
Useful /
ARIPIARIPI Tanaman ini memiliki nilai gizi tinggi serta aktivitas antioksidan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunderTanaman ini memiliki nilai gizi tinggi serta aktivitas antioksidan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder
ARIPIARIPI Hasil penelitian diketahui bahwa komposisi biopelet terbaik adalah sampel pada suhu 200ᵒC, dan rasio cangkang dan kernel biji karet 80:20 dengan nilaiHasil penelitian diketahui bahwa komposisi biopelet terbaik adalah sampel pada suhu 200ᵒC, dan rasio cangkang dan kernel biji karet 80:20 dengan nilai
INDOCHEMBULLINDOCHEMBULL Berdasarkan hasil analisis data uji N-Gain rata-rata skor N-Gain yang diperoleh sebesar 83,16% dan termasuk dalam kategori efektif dengan effect size CohenBerdasarkan hasil analisis data uji N-Gain rata-rata skor N-Gain yang diperoleh sebesar 83,16% dan termasuk dalam kategori efektif dengan effect size Cohen
JURNALPERIKANANKAMASANJURNALPERIKANANKAMASAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah hasil tangkapan ikan cakalang, hubungan panjang–berat, serta aspek ekonominya. Penelitian dilakukanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah hasil tangkapan ikan cakalang, hubungan panjang–berat, serta aspek ekonominya. Penelitian dilakukan