LPPM UNBAJALPPM UNBAJA

Just a moment...Just a moment...

Masa bayi dan balita merupakan masa paling baik untuk menerima asupan gizi. Semakin baik asupan gizi semakin baik juga perkembangan fisiknya dan kekebalan tubuhnya. Pada usia baduta mempunyai angka infeksi yang tinggi karena anti body yang terbentuk belum maksimal. Infeksi yang sering menyerang balita pada usia tersebut antara lain Diare, Demam dan ISPA. Data yang diperoleh dari Desa Lemper menunjukkan bahwa penyakit yang menyerang balita pada bulan Januari 2021 yaitu 50% ISPA, 33% Diare dan 16% Demam. Data tersebut menunjukkan bahwa ISPA merupakan penyakit dengan presentase terbanyak yang menyerang balita. Dari hasil studi pendahuluan yang di dapatkan pada 10 ibu dengan balita ISPA, 5 orang anaknya tidak di berikan ASI eksklusif, 3 orang berat badannya rendah, dan 2 orang tinggal di lingkungan keluarga perokok. Berdasarkan tujuan penelitian, desain penelitian yang digunakan survei Analitik dengan rancangan penelitian yang di gunakan adalah cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya (80,0%) ibu yang memberikan ASI eksklusif tidak terjadi ISPA sebanyak 16 ibu, sedangkan balita yang tidak diberi ASI eksklusif hampir seluruhnya (81,9%) terjadi ISPA sebanyak 36 balita. Hasil uji statistic menunjukkan nilai X2 hitung = 22,42 lebih besar dari nilai X2 tabel= 3,841. Dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak sedangkan H1 diterima artinya ada hubungan pemberia ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita usia 7–24 tahun di Desa Lemper. Pentingnya manfaat pemberian ASI eksklusif pada bayi dapat menurunkan angka infeksi ada bayi, maka memungkinkan ibu akan lebih memperbaiki pola hidupnya. Karena ASI eksklusif mengandung banyak anti body, sehingga bayi yang mendapat ASI anti body nya meningkat sehingga akan mengurangi kejadian ISPA. Kesimpulan dalam penelitian adalah ada pengaruh pemberian ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita usia 7-24 bulan di Poskesdes Lemper. Ibu balita disarankan untuk lebih aktif mengikuti setiap penyuluhan tentang Teknik menyusui guna pencegahan terhadap terjadinya ISPA pada bayi.

Berdasarkan analisa hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa ada hubungan antara Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian ISPA di Polindes Lemper Wilayah Kerja Puskesmas Pademawu Kecamatan Pamekasan.Pencegahan dini terhadap kejadian ISPA dapat dilakukan dengan pemberian pemahaman akan pentingnya pemberian ASI Eksklusif.Peningkatan pengetahuan ibu dan keluarga yang memberikan susu formula tanpa mengetahui efek samping yang memicu kejadian ISPA masih tetap harus dilakukan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh tingkat pendidikan ibu terhadap kepatuhan dalam memberikan ASI eksklusif, serta dampak lingkungan rumah tangga yang terpapar asap rokok terhadap risiko ISPA pada balita. Selain itu, penelitian perlu mengkaji peran status sosial ekonomi keluarga dalam mempengaruhi akses dan kualitas layanan kesehatan untuk mendukung pemberian ASI. Penelitian juga dapat mengembangkan intervensi berbasis komunitas yang fokus pada penguatan kesadaran masyarakat tentang manfaat ASI eksklusif melalui kampanye kreatif yang relevan dengan budaya lokal.

Read online
File size546.19 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test