UM SURABAYAUM SURABAYA

Maqasid: Jurnal Studi Hukum IslamMaqasid: Jurnal Studi Hukum Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan sosialisasi produk, putusan serta fatwa keagamaan Majelis Tarjih dan Tajdid yang terdapat di dalam buku Himpunan Putusan Tarjih serta buku Tanya Jawab Agama Jilid 1-8 terhadap kesadaran dan sikap moderat (wasathiyyah) warga peryarikatan Muhammadiyah di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bangunjiwo Barat. Buku Tanya Jawab Agama yang berjumlah 8 jilid merupakan hasil ijtihad para ulama serta cendekiawan Muhammadiyah yang secara konten dan substansinya telah merepresentasikan model dan corak keberagamaan yang moderat (wasathiyyah) yang jauh dari ekstrimisme/radikalisme (ghuluw/ifrath) ataupun liberalisme (tafrith), bahkan di dalam fatwa tentang amalan‑amalan yang memang tidak diamalkan oleh Muhammadiyah seperti qunut, tahlilan, yasianan, dll. Muhammadiyah tidak menggunakan istilah‑istilah maupun terminologi yang berpotensi melukai perasaan kaum muslimin lainnya seperti bidah, kafir, sesat, dll. Hal ini menunjukkan bahwa fatwa keagamaan Muhammadiyah memang benar‑benar menunjukkan karakteristiknya yaitu wasathiyyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data pada penelitian ini didapat dengan teknik observasi dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis dengan mengumpulkan, menyajikan dan mereduksinya.

Dari pemaparan di atas jelas akan pentingnya sosialisasi fatwa‑fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah kepada seluruh warga persyarikatan baik dari tingkat ranting, cabang, daerah maupun wilayah, dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat Muhammadiyah terhadap ajaran Islam dengan pemahaman yang komprehensif, holistik dan moderat (wasathiyyah), juga upaya penguatan ideologi ke‑Muhammadiyahan serta paham agama dalam Muhammadiyah, dan penjagaannya dari maraknya penyebaran ideologi‑ideologi transnasional yang jauh dari sikap wasathiyyah.Program sosialisasi Putusan, produk maupun fatwa‑fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah hendaknya dilaksanakann secara rutin di masjid‑masjid maupun majelis talim Muhammadiyah, terjadwal dan sistematis dengan memilih tema‑tema keagamaan yang sering menjadi perdebatan publik atau yang biasa dikenal dengan terminologi “masail khilafiyah, seperti masalah bidah, hukum cadar, isbal, dan permasalahan‑permasalahan kontemporer yang lain.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak jangka panjang sosialisasi fatwa terhadap perubahan sikap moderat warga PRM dengan menggunakan desain longitudinal yang melacak perubahan persepsi selama beberapa tahun. Selain itu, studi perbandingan antara media tradisional (kajian di masjid) dan media digital (platform online, aplikasi seluler) dapat menilai efektivitas masing‑masing dalam menyebarkan pemahaman wasathiyyah di wilayah perkotaan dan pedesaan. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi pengembangan platform interaktif berbasis mobile yang memadukan materi fatwa, kuis, dan forum diskusi untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam memahami dan menerapkan prinsip‑prinsip moderasi Islam.

  1. PRINSIP DAN FENOMENA MODERASI ISLAM DALAM TRADISIHUKUM ISLAM | Al-Qalam. prinsip fenomena moderasi islam... doi.org/10.31969/alq.v20i3.339PRINSIP DAN FENOMENA MODERASI ISLAM DALAM TRADISIHUKUM ISLAM Al Qalam prinsip fenomena moderasi islam doi 10 31969 alq v20i3 339
  2. Berkaca NU dan Muhammadiyah dalam Mewujudkan Nilai-Nilai Moderasi Islam di Indonesia | TARBIYA ISLAMIA... doi.org/10.36815/tarbiya.v8i2.474Berkaca NU dan Muhammadiyah dalam Mewujudkan Nilai Nilai Moderasi Islam di Indonesia TARBIYA ISLAMIA doi 10 36815 tarbiya v8i2 474
Read online
File size570.61 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test