MAND YCMMMAND YCMM

PHASIJPHASIJ

Bencana, seperti banjir, dapat mengganggu kehidupan masyarakat dan memiliki dampak psikologis, termasuk gangguan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kecemasan masyarakat di daerah rawan bencana banjir Desa Bejalen, Kabupaten Semarang. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan melibatkan penduduk RT 07 dan RT 10 yang tinggal di daerah rawan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami kecemasan ringan, dengan 45 orang atau 52,9% mengalami kecemasan ringan, 26 orang atau 30,6% mengalami kecemasan sedang, 10 orang atau 11,8% tidak mengalami kecemasan, dan 4 orang atau 4,7% mengalami kecemasan berat.

Mayoritas responden pada penelitian ini adalah dewasa madya yang berusia 36-45 tahun, dan mereka memiliki kemampuan adaptasi yang baik dalam menghadapi kondisi lingkungan daerah rawan banjir.Perempuan memainkan peran penting dalam kehidupan keluarga di daerah rawan banjir, dan mayoritas responden bekerja sebagai buruh.Tingkat kecemasan ringan yang dialami responden menunjukkan bahwa mereka masih mampu mengelola kecemasan dengan baik dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memasukkan lebih banyak variabel yang terkait dengan kecemasan di daerah yang dilanda banjir. Selain itu, perlu dilakukan upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana banjir melalui program edukasi yang terstruktur dan berkelanjutan, serta pembentukan sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan kepedulian dan partisipasi aktif dalam upaya kesiapsiagaan bencana, dan pemerintah desa dapat meningkatkan upaya antisipasi bencana banjir.

Read online
File size324.5 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test