BIOSCMEDBIOSCMED

BSMBSM

Latar belakang: Stroke iskemik akut (AIS) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Meskipun melatonin endogen secara luas diusulkan sebagai neuroprotektor, bukti klinis terbaru menunjukkan hubungan prognostik paradoksik yang bergantung pada tingkat keparahan. Analisis meta ini menyintesis bukti mengenai paradoks ini dan implikasinya. Metode: Pencarian sistematis terhadap database utama hingga Maret 2026 mengidentifikasi studi observasional yang menghubungkan kadar melatonin endogen dengan hasil klinis AIS. Data dikategorikan berdasarkan fenotipe keparahan stroke, dan perbedaan rata-rata standar dihitung menggunakan model regresi meta-effek acak. Hasil: Sepuluh studi observasional yang mencakup 847 pasien AIS termasuk dalam analisis. Paradoks menonjol muncul: pada pasien dengan stroke ringan-sedang, kadar melatonin lebih rendah berkorelasi dengan hasil klinis buruk. Sebaliknya, pada infark arteri serebral tengah ganas, kadar melatonin lebih tinggi secara paradoksik terkait dengan hasil klinis buruk, termasuk mortalitas meningkat. Heterogenitas ekstrem (I²=97,85%) secara signifikan berkurang (I²=0%) setelah stratifikasi keparahan yang tepat. Kesimpulan: Implikasi prognostik melatonin endogen secara fundamental berbeda berdasarkan keparahan stroke, kemungkinan mencerminkan perubahan konteks-fenotipe yang bergantung pada keparahan. Penelitian mekanistik dan uji klinis prospektif yang dirancang dengan baik diperlukan untuk mengungkap patofisiologi dasarnya.

Implikasi prognostik melatonin endogen secara fundamental berbeda berdasarkan keparahan stroke, kemungkinan mencerminkan perubahan konteks-fenotipe yang bergantung pada keparahan.Paradoks yang bergantung pada keparahan ini mungkin mencerminkan perubahan efektivitas jalur sinyal melatonin.Penelitian mekanistik dan uji klinis prospektif yang dirancang dengan baik diperlukan untuk mengungkap patofisiologi dasarnya.

Penelitian lanjutan sebaiknya fokus pada mekanisme biologis di balik paradoks melatonin, seperti peran jalur SIRT1/NF-κB dan dysregulasi sirkadian. Studi klinis prospektif harus mempertimbangkan stratifikasi keparahan stroke untuk menguji efek melatonin pada populasi dengan keparahan berbeda. Selain itu, penelitian perlu mengeksplorasi interaksi antara melatonin, hormon seks, dan perbedaan gender dalam konteks stroke iskemik akut.

  1. The Paradoxical Prognostic Value of Endogenous Melatonin in Acute Ischemic Stroke: A Systematic Review... bioscmed.com/index.php/bsm/article/view/1607The Paradoxical Prognostic Value of Endogenous Melatonin in Acute Ischemic Stroke A Systematic Review bioscmed index php bsm article view 1607
Read online
File size954.25 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test