BIOSCMEDBIOSCMED

BSMBSM

Radiasi ultraviolet B (UVB) memicu ekspresi matrix metalloproteinase-1 (MMP-1) dan hiperplasia epidermal, yang berkontribusi terhadap fotoaging. Rhodomyrtus tomentosa (karamunting) kaya akan senyawa polifenol dengan sifat antioksidan yang telah didokumentasikan, tetapi efek fotoprotektifnya in vivo belum dieksplorasi. Penelitian ini menyelidiki efek krim ekstrak daun R. tomentosa dengan konsentrasi bervariasi (0%, 12.5%, 25%, 50%) pada tikus Swiss Webster yang terpapar UVB (n=4 per kelompok). Paparan UVB distandarkan pada sekitar 150 mJ/cm² per sesi selama tujuh hari berturut-turut. Krim vitamin E digunakan sebagai kontrol positif. Staining imunohistokimia mengkuantifikasi ekspresi MMP-1 sebagai persentase sel positif, sedangkan histologi hematoxylin-eosin mengukur ketebalan epidermal. Hasilnya, uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan baik pada ekspresi MMP-1 (H=10.43, p=0.015) maupun ketebalan epidermal (H=10.88, p=0.012). Konsentrasi ekstrak 25% secara optimal menekan ekspresi MMP-1 (rata-rata 45.94% sel positif) dibandingkan dengan kontrol UVB yang tidak diobati (89.53%). Pola respons dosis biphasik muncul, dengan efek hormetik yang diamati pada konsentrasi 50% (76.45%), menunjukkan aktivitas pro-oksidan polifenol pada konsentrasi berlebihan. Ketebalan epidermal normalisasi dengan pengobatan 25% (71.8 μm) versus kontrol UVB (93.4 μm). Intensitas imunohistokimia menurun secara progresif dengan peningkatan intensitas pengobatan hingga 25%, mendukung penekanan degradasi kolagen yang dimediasi MMP-1. Kesimpulannya, krim ekstrak daun R. tomentosa dengan konsentrasi 25% secara efektif menekan ekspresi MMP-1 dan menormalkan penebalan epidermal yang diinduksi UVB pada tikus. Respons hormetik pada konsentrasi yang lebih tinggi ini menekankan pentingnya optimasi dosis dalam pengembangan fitoterapi. Penelitian ini memberikan bukti in vivo pertama tentang ekstrak daun karamunting sebagai agen fotoprotektif dan mendukung penerjemahan klinis lebih lanjut.

Penelitian ini menunjukkan bahwa krim ekstrak daun Rhodomyrtus tomentosa secara signifikan menekan ekspresi matrix metalloproteinase-1 (MMP-1) dan menormalkan penebalan epidermal yang diinduksi ultraviolet B (UVB) pada tikus Swiss Webster.Konsentrasi ekstrak 25% terbukti optimal dalam menekan ekspresi MMP-1 dan menormalkan ketebalan epidermal, mendekati tingkat dasar.Respons dosis biphasik yang diamati pada konsentrasi yang lebih tinggi menunjukkan pentingnya optimasi dosis dalam pengembangan fitoterapi.Temuan ini memberikan bukti in vivo pertama tentang ekstrak daun karamunting sebagai agen fotoprotektif dan mendukung penerjemahan klinis lebih lanjut.

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan berdasarkan temuan ini adalah: (1) Mengidentifikasi senyawa aktif spesifik dalam ekstrak daun Rhodomyrtus tomentosa yang bertanggung jawab atas efek fotoprotektifnya dan menyelidiki mekanisme aksi mereka secara lebih mendalam. (2) Mempelajari efek dosis yang lebih luas dari ekstrak daun pada berbagai model hewan untuk menentukan rentang dosis yang aman dan efektif. (3) Menerjemahkan temuan ini ke dalam studi klinis pada manusia untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas ekstrak daun karamunting sebagai agen fotoprotektif. Penelitian lanjutan ini akan membantu memahami lebih lanjut tentang potensi ekstrak daun Rhodomyrtus tomentosa sebagai intervensi alami untuk mencegah fotoaging dan kondisi kulit terkait lainnya.

  1. Rhodomyrtus tomentosa Leaf Extract Cream Suppresses MMP-1 Expression and Epidermal Thickening in UVB-Irradiated... bioscmed.com/index.php/bsm/article/view/1609Rhodomyrtus tomentosa Leaf Extract Cream Suppresses MMP 1 Expression and Epidermal Thickening in UVB Irradiated bioscmed index php bsm article view 1609
Read online
File size925.27 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test