JDMFSJDMFS

Journal of Dentomaxillofacial ScienceJournal of Dentomaxillofacial Science

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara stunting dan pola karies gigi pada anak usia 6–12 tahun di Kabupaten Gowa, Indonesia. Studi observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada 96 anak (rata-rata ± SD, 8,68±1,817 tahun) di sekolah dasar. Status stunting ditentukan berdasarkan pengukuran tinggi badan sesuai standar WHO. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara stunting dan pola karies secara keseluruhan (p > 0,05). Namun, anak stunting cenderung menunjukkan lesi karies yang lebih lanjut, khususnya pada molar bawah. Kesimpulan menunjukkan bahwa stunting tidak secara signifikan terkait dengan pola karies, namun kecenderungan karies yang lebih berat pada anak stunting menunjukkan pentingnya integrasi intervensi gizi dan kesehatan mulut dalam program kesehatan anak.

Stunting tidak secara signifikan terkait dengan pola karies gigi pada anak usia 6–12 tahun.Namun, anak stunting cenderung menunjukkan lesi karies yang lebih berat, terutama pada molar bawah.Hal ini menunjukkan bahwa defisit nutrisi kronis mungkin memengaruhi progresi karies, sehingga penting mengintegrasikan intervensi gizi dan kesehatan mulut dalam program kesehatan anak.

Studi lanjutan dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang memengaruhi karies pada anak stunting, seperti kebiasaan menyikat gigi atau konsumsi gula. Penelitian longitudinal juga diperlukan untuk memahami dinamika hubungan antara stunting dan karies seiring waktu. Selain itu, perlu dikembangkan intervensi multidisiplin yang menggabungkan edukasi gizi dan kesehatan mulut untuk meminimalkan risiko karies pada anak stunting. Penelitian bisa juga fokus pada daerah dengan tingkat stunting tinggi untuk memvalidasi temuan ini secara luas. Selain itu, studi tentang efektivitas program pencegahan karies berbasis gizi pada populasi anak stunting akan memberikan wawasan praktis untuk kebijakan kesehatan. Penelitian juga bisa mengevaluasi peran mikrobioma oral dalam progresi karies pada anak stunting. Selain itu, penting untuk meneliti dampak jangka panjang dari intervensi gizi dan kesehatan mulut terhadap perkembangan anak stunting. Penelitian kualitatif tentang persepsi orang tua terhadap kesehatan mulut anak stunting juga bisa memberikan perspektif baru. Selain itu, studi tentang perbedaan pola karies antara anak stunting dan non-stunting di berbagai wilayah geografis Indonesia dapat memperkaya data kontekstual. Akhirnya, penelitian tentang efektivitas penggunaan teknologi dalam pemantauan status gizi dan karies pada anak stunting dapat menjadi arah studi yang relevan.

Read online
File size1.79 MB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test