STIKESBUDILUHURCIMAHISTIKESBUDILUHURCIMAHI

JKBLJKBL

Keterbatasan dalam tingkat kemandirian Activity of Daily Living (ADL) disebabkan karena adanya pertambahan usia pada lansia, yang ditandai dengan kulit mengendur, rambut putih, gigi ompong, rungu, penglihatan memburuk dan pergerakan yang melambat serta tubuh menjadi tidak proporsional hingga mengakibatkan lansia mengalami ketergantungan kepada orang lain, hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi kualitas hidup pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kemandirian Activity of Daily living (ADL) dengan kualitas hidup lansia di RW 16 Desa Galanggang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling kepada 54 responden dengan menggunakan kuesioner bathel indeks untuk tingkat kemandirian dan kuesioner WHOQOL-BREF untuk kualitas hidup, data penelitian diperoleh dengan uji korelasi menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara Activity Of Daily Living (ADL) dan kualitas hidup untuk ketiga domain yaitu (kesehatan fisik, psikologis, dan lingkungan) dengan hasil (p<0.05), namun terdapat satu domain yang tidak ada hubungan yaitu domain hubungan social dengan hasil (p>0.05). Pada keempat domain didapatkan hubungan (nilai korelasi) dengan tingkat kemandirian Activity of Daily Living (ADL) yaitu domain kesehatan fisik (r=0,469), domain psikologis (r=0,441), domain hubungan social (r=0,283), domain lingkungan (0,435). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat kemandirian Activity of Daily Living (ADL) dengan kualitas hidup terhadap tiga domain yaitu kesehatan fisik, psikologis, dan lingkungan. Namun, domain fisik memiliki pengaruh paling besar terhadap aktivitas sehari-hari lansia.

Pada tingkat kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari – hari dan akan berdampak pada kualitas hidup lansia.Selain itu juga terdapat faktor – faktior tingkat kemandirian yang berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia terutama pada kondisi fisik.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan antara tingkat kemandirian ADL dengan kualitas hidup lansia, terutama pada aspek fisik. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemandirian ADL pada lansia, seperti kondisi kesehatan, sosial, ekonomi, dan dukungan keluarga. Selain itu, studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi intervensi atau program yang dapat meningkatkan kemandirian ADL pada lansia, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup lansia di masyarakat.

Read online
File size152.65 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test