IPBIPB

AL-MUZARA'AHAL-MUZARA'AH

Sistem keuangan global semakin rentan terhadap ketegangan geopolitik, ketidakpastian keuangan, dan pengetatan kebijakan moneter. Meskipun perbankan syariah secara teoretis diharapkan mampu meningkatkan ketahanan sistemik melalui prinsip pembagian risiko, bukti empiris mengenai responsnya terhadap guncangan global yang asimetris masih terbatas. Studi ini mengkaji transmisi nonlinier dan state-dependent dari guncangan geopolitik dan keuangan global terhadap stabilitas perbankan syariah di Indonesia periode 2015–2025. Dengan menggunakan kerangka gabungan Nonlinear Autoregressive Distributed Lag (NARDL) dan Regresi Kuantil, studi ini menangkap dinamika transmisi yang asimetris serta heterogenitas respons di berbagai kondisi risiko perbankan. Temuan penelitian mengungkapkan adanya efek asimetris yang signifikan, di mana perbankan syariah menunjukkan ketahanan relatif pada periode eskalasi ketidakpastian global, namun mengalami penundaan penyesuaian saat terjadi pembalikan arah guncangan. Selain itu, bank yang berada pada kuantil risiko yang lebih tinggi menunjukkan respons kehati-hatian yang lebih kuat terhadap volatilitas keuangan global, hal ini mengindikasikan berlakunya efek disiplin penghindaran risiko alih-alih pemburukan kinerja akibat efek tular. Meskipun demikian, Suku Bunga Federal Funds tetap berdampak signifikan pada seluruh tingkat kuantil, yang mengindikasikan adanya paparan persisten terhadap efek limpahan moneter global. Dibingkai dalam prinsip maqashid syariah hifz al-maal (perlindungan harta), hasil studi ini menyimpulkan bahwa bank syariah mampu berfungsi sebagai penyerap guncangan bersyarat, meskipun ketahanannya masih terhambat oleh keterikatannya dengan sistem keuangan global yang terintegrasi. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi formulasi regulasi makroprudensial berjenjang serta pengembangan strategi pembiayaan syariah berbasis ekuitas.

Studi ini memberikan pemahaman komprehensif tentang ketahanan perbankan syariah Indonesia terhadap guncangan global, baik dari segi dinamika jangka panjang maupun sensitivitas distribusi.Temuan utama menunjukkan bahwa perbankan syariah relatif tahan terhadap ketegangan geopolitik dan lebih responsif terhadap volatilitas keuangan global.Selain itu, studi ini mengungkap efek yang berbeda pada bank dengan risiko yang lebih tinggi, di mana volatilitas keuangan global dapat memperburuk kinerja mereka.Hasil ini mendukung konsep decoupling yang kondisional, di mana perbankan syariah mampu menyerap guncangan eksternal di bawah kondisi normal dan risiko moderat, tetapi ketahanan ini melemah ketika risiko meningkat.Temuan ini menekankan pentingnya pengawasan makroprudensial yang sensitif terhadap risiko dan infrastruktur pasar keuangan syariah yang kuat untuk meningkatkan stabilitas jangka panjang sektor perbankan syariah.Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan bahwa perbankan syariah Indonesia memiliki ketahanan yang signifikan terhadap guncangan eksternal, tetapi ketahanan ini bersifat kondisional dan bukan mutlak.Penguatan manajemen risiko, pengawasan makroprudensial, dan infrastruktur pasar keuangan syariah yang sesuai dengan syariah tetap menjadi hal yang esensial untuk mendukung stabilitas perbankan syariah dalam ekonomi global yang semakin terintegrasi.

Berdasarkan temuan penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam tentang efek tular moneter global terhadap perbankan syariah, khususnya dalam konteks Indonesia. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola-pola penarikan diri yang berhati-hati dan decoupling yang kondisional pada tingkat institusi perbankan syariah. Perbandingan antara bank komersial syariah dan unit usaha syariah dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang heterogenitas institusional dalam merespons guncangan global. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran transformasi digital, fintech syariah, dan inovasi keuangan syariah yang sesuai dengan syariah dalam memperkuat ketahanan terhadap ketidakpastian global. Selain itu, investigasi tentang integrasi ESG dalam keuangan syariah dapat memberikan wawasan berharga tentang mekanisme alternatif untuk meningkatkan stabilitas keuangan dalam lingkungan global yang semakin volatil.

  1. Research on the Spillover Effect of Global Liquidity and the Response Space of China's Monetary... francis-press.com/papers/19625Research on the Spillover Effect of Global Liquidity and the Response Space of Chinas Monetary francis press papers 19625
  2. 0. scitepress publication details doi.org/10.5220/00101146004600510 scitepress publication details doi 10 5220 0010114600460051
  3. Shariah Fintech to Support Ethical and Sustainable Economic Development - EUDL. shariah fintech support... eudl.eu/doi/10.4108/eai.14-8-2024.2351732Shariah Fintech to Support Ethical and Sustainable Economic Development EUDL shariah fintech support eudl eu doi 10 4108 eai 14 8 2024 2351732
  4. 0. pdf obj 9r q0o fwebq 6x mr s1s5n yb k4vn p4 itx ygy ea 9g 0jwcb9 doi.org/10.51586/2754-6209.2024.12.1.13.210 pdf obj 9r q0o fwebq 6x mr s1s5n yb k4vn p4 itx ygy ea 9g 0jwcb9 doi 10 51586 2754 6209 2024 12 1 13 21
Read online
File size405.28 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test