UNIBIUNIBI

JIPSI Jurnal Ilmiah PsikologiJIPSI Jurnal Ilmiah Psikologi

Pemukiman di sekitar rel kereta adalah bentuk pemukiman informal yang muncul akibat keterbatasan akses perumahan yang layak. Bahaya lingkungan, keterbatasan legalitas lahan, serta tekanan sosial dan ekonomi dapat memengaruhi kualitas hidup penduduk di area tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas hidup penduduk yang tinggal di sekitar rel kereta di Desa Tegalkojo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Lima puluh peserta dipilih menggunakan teknik sampling insidental, dengan kriteria usia minimal 18 tahun, menikah, dan tinggal di sekitar rel selama minimal satu tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen WHOQOL-BREF yang mengukur empat aspek dominan kualitas hidup: kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan presentasi statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor kualitas hidup penduduk berada dalam kategori sedang, dengan nilai rata-rata 57,34. Secara umum, sebagian besar peserta berada dalam kategori sedang hingga baik pada domain lingkungan dan hubungan sosial. Namun, beberapa komunitas kecil tetap berada dalam kategori buruk. Temuan ini menunjukkan bahwa komunitas di sekitar rel memiliki adaptabilitas yang relatif baik terhadap kondisi lingkungan yang terbatas, didukung oleh hubungan sosial dan solidaritas komunitas. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan berbasis komunitas dan intervensi yang tidak hanya fokus pada aspek fisik organisasi tetapi juga memperkuat kesejahteraan psikologis dan sosial komunitas yang terpinggirkan.

Kualitas hidup komunitas yang tinggal di sekitar rel kereta di Desa Tegalkojo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta berada dalam kategori sedang.Meskipun tinggal di lingkungan yang memiliki keterbatasan fisik dan sosial, penduduk mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang terbatas, didukung oleh hubungan sosial dan solidaritas komunitas.Namun, masih terdapat aspek-aspek tertentu yang perlu diperbaiki, seperti akses layanan kesehatan dan fasilitas umum.Penelitian ini menunjukkan pentingnya kebijakan yang berfokus pada kesejahteraan psikologis dan sosial komunitas terpinggirkan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang paparan polusi udara dan kebisingan dari rel kereta terhadap kesehatan penduduk di area pemukiman informal. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas program pemerintah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dan pendidikan bagi komunitas yang tinggal di sekitar rel. Terakhir, penelitian tentang peran teknologi dalam memperkuat keterlibatan komunitas dalam pengambilan keputusan politik dan pembangunan berkelanjutan di area tersebut dapat menjadi arah baru yang relevan.

Read online
File size369.46 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test