BIOSCMEDBIOSCMED

BSMBSM

Latar belakang: Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) adalah gangguan neurodegeneratif progresif yang ditandai dengan degradasi neuron motor atas dan bawah. Keterlambatan diagnosis sering disebabkan oleh tumpang tindih fenotipe dengan berbagai penyakit mimik. Serum neurofilament light chain (NfL) telah muncul sebagai biomarker yang menjanjikan; namun, kapasitas diskriminatifnya terhadap penyakit mimik dan utilitasnya dalam memprediksi trajektori penyakit memerlukan evaluasi kuantitatif yang ketat. Metode: Berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), pencarian sistematis dilakukan di MEDLINE/PubMed, Embase, Cochrane Central, dan Scopus. Delapan artikel penelitian berkualitas tinggi memenuhi kriteria inklusi ketat untuk ekstraksi data. Studi yang mengevaluasi utilitas diagnostik (ALS versus penyakit mimik) dan nilai prognostik (rasio risiko kelangsungan hidup) dimasukkan. Model efek acak menghitung perbedaan rata-rata standar terkumpul untuk akurasi diagnostik dan rasio risiko terkumpul untuk kelangsungan hidup secara keseluruhan. Hasil: Meta-analisis menganalisis data dari 8 kohort. Tingkat NfL serum secara signifikan meningkat pada pasien ALS dibandingkan penyakit mimik, menghasilkan perbedaan rata-rata standar terkumpul 1,43 (95% CI: 1,15 hingga 1,71, p < 0,001). Heterogenitas tinggi teramati (I-squared = 82%). Untuk evaluasi prognostik, sintesis kuantitatif pilot dari dua kohort menunjukkan bahwa konsentrasi dasar yang lebih tinggi berkorelasi dengan risiko kematian yang meningkat, menunjukkan rasio risiko terkumpul 1,95 (95% CI: 1,58 hingga 2,41, p < 0,001). Kesimpulan: NfL serum adalah biomarker diskriminatif yang kuat yang mampu membedakan ALS dari penyakit mimik yang mengganggu. Selain itu, konsentrasi dasar menawarkan nilai prognostik untuk hasil kelangsungan hidup. Temuan ini mendukung integrasi hati-hati biomarker ini ke dalam algoritma klinis, meskipun studi prognostik multi-pusat yang lebih luas diperlukan.

NfL serum adalah biomarker diskriminatif yang kuat yang mampu membedakan ALS dari penyakit mimik yang mengganggu.Konsentrasi dasar NfL menawarkan nilai prognostik untuk hasil kelangsungan hidup.Temuan ini mendukung integrasi biomarker ini ke dalam algoritma klinis, meskipun studi prognostik multi-pusat yang lebih luas diperlukan.

Studi lanjutan dapat mengembangkan penelitian multi-pusat untuk memvalidasi nilai prognostik NfL serum pada populasi yang lebih besar dan beragam. Penelitian juga dapat mengeksplorasi kombinasi NfL dengan biomarker lain untuk meningkatkan akurasi diagnostik dan prediksi prognosis. Selain itu, penelitian lanjutan perlu mempelajari peran NfL dalam tahap awal penyakit untuk mengidentifikasi indikator dini yang lebih efektif. Penelitian ini harus mempertimbangkan variasi etnis dan lingkungan untuk memastikan generalisasi temuan ke berbagai populasi klinis. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat mengembangkan alat diagnostik dan prognostik yang lebih andal untuk manajemen ALS.

  1. Serum Neurofilament Light Chain as a Discriminatory Biomarker and Predictor of Disease Trajectory in... doi.org/10.37275/bsm.v10i6.1602Serum Neurofilament Light Chain as a Discriminatory Biomarker and Predictor of Disease Trajectory in doi 10 37275 bsm v10i6 1602
Read online
File size1.16 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test