BIOSCMEDBIOSCMED

BSMBSM

Latar belakang: Paradigma terapeutik untuk kanker payudara telah berkembang secara signifikan dengan penghambat protein programmed cell death-1 (PD-1) dan programmed cell death ligand-1 (PD-L1). Namun, resistensi imun adaptif, yang didorong oleh pengaturan ulang kompensatori dari alternatif checkpoint—Lymphocyte-activation gene 3 (LAG-3), T-cell immunoreceptor with Ig dan ITIM domains (TIGIT), dan T-cell immunoglobulin dan mucin-domain containing-3 (TIM-3)—membatasi respons yang tahan lama. Studi ini bertujuan untuk secara kuantitatif mensintesis signifikansi prognostik, interaksi mikro lingkungan tumor, dan implikasi translasi bedah dari biomarker ini dalam kanker payudara. Metode: Pencarian literatur sistematis (PubMed, Embase, Cochrane) mengidentifikasi penelitian asli yang mengevaluasi ekspresi LAG-3, TIGIT, dan TIM-3 dalam kohort kanker payudara. Ekstraksi data berfokus pada rasio risiko kematian (HR) kelangsungan hidup keseluruhan (OS), perbedaan rata-rata standar (SMD) untuk kepadatan limfosit infiltrasi tumor (TIL), dan tingkat respons lengkap patologis (pCR). Analisis meta-effek acak menghasilkan plot hutan, mengevaluasi heterogenitas (I-squared), dan mengevaluasi bias publikasi melalui plot funnel. Hasil: Delapan kohort utama yang mencakup lebih dari 7.200 pasien termasuk. Ekspresi LAG-3 yang tinggi pada TIL dalam kanker payudara triple-negative (TNBC) secara signifikan terkait dengan peningkatan OS (HR terkumpul 0,88, 95% CI 0,81–0,95, p=0,002) dan tingkat pCR yang lebih tinggi setelah kemoterapi neoadjuvan. Sebaliknya, ekspresi TIGIT yang meningkat dalam tumor primer berkorelasi dengan prognosis buruk (HR terkumpul 1,58, 95% CI 1,18–2,11, p=0,004) dan risiko kambuh lokal. TIM-3 menunjukkan nilai prognostik ganda: menguntungkan dalam subtip basal-like tetapi merugikan dalam subtip luminal. Plot funnel menunjukkan bias publikasi minimal. Kesimpulan: LAG-3, TIGIT, dan TIM-3 berfungsi sebagai biomarker non-redundan yang berbeda. LAG-3 menunjukkan respons imun yang dapat diaktifkan, sementara TIGIT dan TIM-3 menunjukkan kelelahan imun yang parah. Memetakan profil ini memberikan nilai translasi penting untuk mengoptimalkan waktu bedah personalisasi, memprediksi penurunan neoadjuvan, dan memilih imunoterapi adjuvan.

LAG-3, TIGIT, dan TIM-3 berfungsi sebagai biomarker non-redundan yang berbeda.LAG-3 menunjukkan respons imun yang dapat diaktifkan, sementara TIGIT dan TIM-3 menunjukkan kelelahan imun yang parah.Memetakan profil ini memberikan nilai translasi penting untuk mengoptimalkan waktu bedah personalisasi, memprediksi penurunan neoadjuvan, dan memilih imunoterapi adjuvan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan terapi kombinasi yang menargetkan beberapa checkpoint imun sekaligus, seperti penggabungan penghambat LAG-3 dan TIGIT untuk meningkatkan efektivitas imunoterapi. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran LAG-3, TIGIT, dan TIM-3 dalam subtip kanker payudara yang berbeda, terutama dalam konteks respons terapi neoadjuvan. Terakhir, penelitian dapat diarahkan pada pengembangan metode non-invasif untuk memantau ekspresi biomarker ini secara real-time, seperti penggunaan biomarker cairan darah untuk memandu pengambilan keputusan bedah dan terapi.

  1. Beyond PD-1/PD-L1: A Systematic Review and Meta-Analysis of LAG-3, TIGIT, and TIM-3 as Prognostic Biomarkers... bioscmed.com/index.php/bsm/article/view/1600Beyond PD 1 PD L1 A Systematic Review and Meta Analysis of LAG 3 TIGIT and TIM 3 as Prognostic Biomarkers bioscmed index php bsm article view 1600
Read online
File size1.91 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test