BIOSCMEDBIOSCMED

BSMBSM

Lipomeningomyelocele merupakan spektrum kompleks dari dysraphism tulang belakang tertutup di mana perbaikan bedah sering disertai dengan kebocoran cairan serebrospinal (CSF). Meskipun fistula yang terbuka secara klinis jelas terlihat, kebocoran tersembunyi atau intermiten pada populasi pediatrik menimbulkan tantangan diagnostik yang berat. Meskipun pencitraan resonansi magnetik (MRI) dianggap sebagai standar emas anatomi, sering kali gagal membedakan extravasasi aktif dari seroma atau edema pascaoperasi karena tumpang tindih intensitas sinyal. Studi ini mengevaluasi keunggulan diagnostik Tc-99m DTPA Hybrid SPECT/CT cisternography dalam mengatasi dilema ini. Kasus presentasi: Seorang bayi berusia 5 bulan mengalami reseksi lipomeningomyelocele lumbosakral. Pascaoperasi, ia mengalami keluarnya cairan jernih yang persisten dari insisi, mencurigai fistula, tetapi eksplorasi bedah awal tidak menemukan hasil yang jelas. Pasien menjalani cisternografi radionuklida menggunakan 37 MBq Tc-99m DTPA intratekal. Pencitraan sintring planar standar pada 1 jam dan 3 jam tidak jelas karena aktivitas renal latar belakang. Namun, Hybrid SPECT/CT pada 3 jam secara tepat menempatkan traktus radiotracer abnormal yang meluas dari thecal sac di L5 ke otot multifidus kanan, temuan yang tidak terlihat pada pencitraan konvensional. Kesimpulan: Integrasi data aliran fisiologis dari scintigraphy dengan spesifisitas anatomi dari CT dosis rendah memungkinkan deteksi kebocoran lambat, tersembunyi yang menghindari MRI. Pada bayi dengan anatomi pascaoperasi yang distorsi, Hybrid SPECT/CT harus dinaikkan dari alat pemecah masalah menjadi modalitas diagnostik utama ketika kecurigaan klinis tetap ada. Teknik ini memfasilitasi perbaikan yang ditargetkan, meminimalkan morbiditas pada populasi rentan ini.

Integrasi data aliran fisiologis dari scintigraphy dengan spesifisitas anatomi dari CT dosis rendah memungkinkan deteksi kebocoran lambat, tersembunyi yang menghindari MRI.Pada bayi dengan anatomi pascaoperasi yang distorsi, Hybrid SPECT/CT harus dinaikkan dari alat pemecah masalah menjadi modalitas diagnostik utama ketika kecurigaan klinis tetap ada.Teknik ini memfasilitasi perbaikan yang ditargetkan, meminimalkan morbiditas pada populasi rentan ini.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan protokol dosis radiasi yang lebih aman untuk anak-anak menggunakan Hybrid SPECT/CT, evaluasi efektivitas alternatif tracer untuk meningkatkan akurasi deteksi kebocoran CSF pada kasus kompleks, serta studi tentang penggunaan teknik pencitraan ini dalam diagnosis dini kebocoran CSF pada pasien dengan dysraphism tulang belakang. Selain itu, penelitian tentang pengaruh jangka panjang paparan radiasi pada anak-anak yang menjalani prosedur ini juga penting untuk memastikan keamanannya. Penelitian lain dapat mengeksplorasi integrasi data pencitraan dengan pendekatan bedah minimal invasif untuk meningkatkan hasil perbaikan.

  1. Utility of Tc-99m DTPA Hybrid SPECT/CT Cisternography in the Detection of Occult Postoperative CSF Fistula... doi.org/10.37275/bsm.v10i4.1550Utility of Tc 99m DTPA Hybrid SPECT CT Cisternography in the Detection of Occult Postoperative CSF Fistula doi 10 37275 bsm v10i4 1550
Read online
File size1.5 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test