BIOSCMEDBIOSCMED

BSMBSM

Adenoma pituitari non-fungsi (NFPAs) memiliki manifestasi klinis yang bervariasi tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Keberadaan penyakit autoimun tiroid primer pada pasien NFPA sangat jarang dan memerlukan pembedaan diagnostik yang cermat dari hipothyroidism sekunder. Pasien perempuan berusia 40 tahun ini mengalami penyempitan progresif pada penglihatan perifer bilateral selama 3 bulan, sakit kepala bifrontal kronis, amenore sekunder, dan polyuria dengan nocturia yang dominan. Pemeriksaan neuro-oftalmologi menunjukkan hemianopsia bitemporal dengan akurasi visual 20/200 pada mata kiri dan 20/25 pada mata kanan. Evaluasi endokrin menunjukkan: hiperthyroidism primer (TSH 0,02 µIU/mL, FT4 28,32 pmol/L, antibodi reseptor positif), insufisiensi adrenal sekunder (kortisol 1 µg/dL, ACTH <5 pg/mL), dan hipogonadisme hipogonadotropik (LH 1,62 IU/L). Pemeriksaan neuroimaging menunjukkan lesi sellar/suprasellar berukuran 2,13 x 2,28 x 3,05 cm dengan kompresi chiasma optikum (Knosp Grade II). Bedah endoskopik transsfenoidal berhasil mencapai reseksi total kasar. Histopatologi mengonfirmasi adenoma sel null dengan Ki-67 rendah (2%). Pasca operasi, pasien mengalami perbaikan visual bidang yang cepat, resolusi lengkap hemianopsia bitemporal dalam waktu 2 minggu, dan normalisasi semua sumbu endokrin dalam waktu 12 minggu, termasuk pemulihan menstruasi dan restorasi sumbu gonad.

Kasus ini menggambarkan tantangan diagnostik dalam membedakan hipothyroidism sekunder yang disebabkan oleh kompresi batang pituitari dari penyakit tiroid autoimun primer, dan juga kelangkaan penyakit Graves yang terjadi bersamaan dengan adenoma pituitari makroadenoma.Hasil yang menguntungkan ini dicapai melalui dekompresi bedah lengkap yang mencapai pemulihan endokrin multisistem.Kasus ini menekankan peran penting evaluasi endokrin praoperatif yang komprehensif dan manajemen multidisipliner.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan algoritma diagnostik yang lebih canggih untuk membedakan antara hipothyroidism sekunder dan penyakit tiroid autoimun primer, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan adenoma pituitari non-fungsi. Selain itu, studi prospektif yang lebih besar dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara penyakit Graves dan adenoma pituitari, serta memantau hasil jangka panjang pasien yang mengalami dekompresi bedah lengkap. Akhirnya, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan pendekatan bedah endoskopik transsfenoidal dalam menangani kasus-kasus serupa, dengan tujuan meningkatkan hasil visual dan endokrin.

  1. Atypical Presentation of Clinically Non-Functioning Pituitary Macroadenoma: Case Report of Concurrent... bioscmed.com/index.php/bsm/article/view/1610Atypical Presentation of Clinically Non Functioning Pituitary Macroadenoma Case Report of Concurrent bioscmed index php bsm article view 1610
Read online
File size459.08 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test