YLIIYLII

Jurnal Literasi AkuntansiJurnal Literasi Akuntansi

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan brevet pajak di institusi pendidikan tinggi Indonesia dengan fokus pada kepatuhan perpajakan dan dampak terhadap efisiensi fiskal serta tata kelola keuangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesenjangan antara regulasi perpajakan yang ada dengan kebutuhan praktis, serta peran brevet pajak dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan kinerja institusi. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber tertulis seperti regulasi perpajakan, jurnal akademik, dan temuan penelitian terkait. Populasi penelitian mencakup institusi pendidikan tinggi di Indonesia, dengan fokus pada praktik kepatuhan perpajakan dan kemampuan sumber daya manusia. Sampel terdiri dari kasus yang didokumentasikan dan kerangka regulasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun brevet pajak dapat meningkatkan kepatuhan perpajakan dan efisiensi fiskal di institusi pendidikan tinggi, belum ada regulasi eksplisit yang mewajibkan penggunaan staf bersertifikat brevet. Institusi dengan staf bersertifikat brevet menunjukkan kinerja fiskal dan tata kelola yang lebih baik. Namun, ketergantungan pada konsultan eksternal masih umum karena keterbatasan kapasitas internal. Kebaruan penelitian ini terletak pada kontribusinya terhadap literatur terbatas mengenai brevet pajak di sektor pendidikan, dengan menyoroti peran strategis brevet dalam tata kelola keuangan dan mengusulkan integrasi brevet ke dalam kurikulum akademik serta pengembangan sumber daya manusia internal sebagai pendekatan baru untuk mengatasi tantangan kepatuhan.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai studi regulasi dan kepatuhan penerapan brevet pada lembaga pendidikan, implementasi brevet pajak di perguruan tinggi Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan terkait regulasi dan kapasitas sumber daya manusia.Meskipun aktivitas bisnis di institusi pendidikan semakin kompleks dan membutuhkan keahlian perpajakan khusus, belum ada kewajiban formal bagi perguruan tinggi untuk memiliki staf bersertifikat brevet.Hal ini menyebabkan ketergantungan pada konsultan eksternal yang berisiko menimbulkan inefisiensi anggaran dan risiko ketidakpatuhan pajak.Di sisi lain, perguruan tinggi yang telah memiliki SDM bersertifikat menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam pengelolaan kewajiban fiskal, efisiensi anggaran, dan mitigasi risiko perpajakan.Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan kompetensi perpajakan internal sebagai fondasi tata kelola keuangan yang lebih baik di sektor pendidikan tinggi.

Untuk mengatasi tantangan penerapan brevet pajak di perguruan tinggi, penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengkaji dampak integrasi program brevet ke dalam kurikulum akademik terhadap minat mahasiswa untuk berkarir di bidang perpajakan. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi pengaruh pelatihan brevet terhadap efisiensi pengelolaan keuangan institusi pendidikan tinggi melalui studi banding antara perguruan tinggi yang sudah memiliki staf bersertifikat brevet dan yang belum. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan asosiasi profesi dalam menyusun standar nasional pelatihan brevet yang sesuai dengan kebutuhan sektor pendidikan tinggi.

Read online
File size115.09 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test