UINSAIZUUINSAIZU

ICODEVICODEV

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pembangunan antarwilayah di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2019–2023 secara spasial berdasarkan pendekatan Tipologi Klassen. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) terhadap klasifikasi wilayah, serta hubungan ketimpangan pembangunan dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tingkat kemiskinan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-spasial. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), berupa data PDRB per kapita, LPE, IPM, dan tingkat kemiskinan kabupaten/kota di Jawa Timur selama lima tahun. Analisis data dilakukan dengan menggunakan klasifikasi Tipologi Klassen untuk menentukan pembagian kuadran wilayah (Kuadran I–IV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah berada pada Kuadran III (wilayah potensial untuk berkembang) dan Kuadran IV (wilayah relatif tertinggal). Wilayah-wilayah dalam Kuadran IV umumnya memiliki nilai IPM dan pendapatan per kapita yang rendah serta tingkat kemiskinan yang tinggi, seperti Kabupaten Sampang, Bangkalan, Sumenep, dan Bondowoso. Sebaliknya, wilayah Kuadran I seperti Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik menunjukkan capaian IPM tinggi dan angka kemiskinan rendah. Temuan ini memperkuat teori Cumulative Causation oleh Myrdal yang menyatakan bahwa tanpa intervensi, wilayah maju akan semakin maju dan wilayah tertinggal akan semakin tertinggal. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan berbasis wilayah yang lebih adil untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Wilayah maju seperti Surabaya dan Malang menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita di atas rata-rata provinsi.Temuan ini mendukung teori Cumulative Causation dan menekankan pentingnya kebijakan pembangunan berbasis spasial untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi.

1. Penelitian lanjutan tentang efektivitas kebijakan pembangunan berbasis spasial dalam mengurangi ketimpangan di Jawa Timur. 2. Analisis perbandingan antarwilayah di Indonesia menggunakan metode Tipologi Klassen untuk memahami dinamika ketimpangan nasional. 3. Studi tentang peran faktor sosial dan budaya dalam memperparah atau mengurangi ketimpangan pembangunan di wilayah tertinggal.

Read online
File size689.17 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test