HIPKINHIPKIN

Hipkin Journal of Educational ResearchHipkin Journal of Educational Research

Metaverse pada dasarnya adalah gabungan antara dunia online dan fisik, menciptakan lingkungan 3D tanpa batas melalui perangkat seperti headset realitas virtual dan aplikasi realitas tertambah yang memungkinkan pengguna menjelajahi realitas baru yang imersif, bebas dari batasan fisik dunia normal. Artikel ini menyelidiki potensi transformatif Metaverse dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi dengan metodologi penelitian Systematic Literature Review (SLR). Mengeksplorasi realitas virtual dan realitas tambahan, penelitian bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi Metaverse secara mulus guna meningkatkan responsivitas kurikulum. Tinjauan literatur mencakup berbagai jenis Metaverse, menekankan aspek yang memperkaya seperti pengalaman belajar yang ditingkatkan dan kolaborasi global. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti investasi awal dan disparitas akses, temuan menunjukkan dampak positif pada pengembangan kurikulum, memfasilitasi pembelajaran interaktif dan mendalam. Manfaat jangka panjang melibatkan kesiapan karier, inovasi pendidikan, dan perubahan paradigma, menyoroti potensi Metaverse untuk merevolusi pendidikan.

Pendidikan tinggi memiliki peran krusial dalam membentuk generasi penerus yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan zaman.Dalam era digital ini, Metaverse muncul sebagai inovasi menarik dengan potensi revolusioner dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi.Melibatkan teknologi seperti VR dan AR, Metaverse dapat diintegrasikan untuk menciptakan pengalaman belajar yang dinamis dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja.Literatur review menjelaskan konsep Metaverse, termasuk jenis-jenisnya, seperti AR dan VR, dengan penggunaannya memberikan pengayaan pengalaman belajar, kolaborasi global, simulasi praktik, dan personalisasi pembelajaran.Penelitian ini fokus pada pengembangan kurikulum pendidikan tinggi, menekankan adaptasi terhadap perkembangan terkini, relevansi industri, pembelajaran berbasis kompetensi, integrasi teknologi, kemitraan, evaluasi berkala, keterlibatan mahasiswa, dan keberlanjutan.Dengan menggunakan SLR sebagai metode, hasil dan diskusi menunjukkan dampak positif Metaverse pada pengembangan kurikulum, namun dengan tantangan seperti investasi awal, ketidaksetaraan akses, dan masalah keamanan dan privasi yang perlu diatasi.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji strategi implementasi Metaverse yang lebih ekonomis untuk institusi pendidikan dengan anggaran terbatas. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang cara mengatasi disparitas akses teknologi di daerah pedesaan dan perkotaan untuk memastikan inklusivitas pendidikan. Terakhir, penelitian bisa fokus pada pengembangan kerangka keamanan digital yang khusus dirancang untuk lingkungan belajar Metaverse agar privasi dan data mahasiswa terjaga.

Read online
File size268.73 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test