UINSAIZUUINSAIZU

ICODEVICODEV

Pemberdayaan masyarakat sebagai strategi penting dalam pembangunan berkelanjutan yang menekankan keterpaduan antara dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Namun, praktik di lapangan masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi program, keterbatasan partisipasi masyarakat, serta kurangnya integrasi antar-aspek pembangunan. Penelitian ini bertujuan merumuskan pendekatan holistic dalam pemberdayaan masyarakat berkelanjutan, melalui studi literatur dengan mengkaji teori, praktik, dan best practices dari berbagai sumber ilmiah dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemberdayaan yang berorientasi pada keberlanjutan harus mengedepankan sinergi antara peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat, penguatan kohesi sosial, dan pelestarian lingkungan hidup. Pendekatan yang diusulkan menekankan pentingnya peran budaya lokal dan pemanfaatan teknologi sebagai katalis dalam mempercepat transformasi. Integrasi ini mampu menghasilkan kerangka manajemen yang holistik, partisipatif, dan adaptif terhadap dinamika global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari terbangunnya kesadaran kolektif, keadilan sosial, serta keberlanjutan ekologi.

Berdasarkan kajian literatur, dapat disimpulkan bahwa manajemen pemberdayaan masyarakat berkelanjutan memerlukan integrasi antara dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan.Pemberdayaan yang hanya berorientasi pada salah satu dimensi, misalnya ekonomi, terbukti tidak mampu bertahan dalam jangka panjang karena mengabaikan aspek kohesi sosial dan keberlanjutan ekologi.Sebaliknya, program yang menggabungkan ketiga aspek tersebut mampu memberikan manfaat ganda, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penguatan partisipasi komunitas dan kelestarian lingkungan.

1) Perlu pengembangan model pemberdayaan yang mengintegrasikan dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui kolaborasi multi-stakeholder untuk memastikan keberlanjutan program. 2) Peningkatan literasi digital dan akses teknologi informasi bagi masyarakat pedesaan dapat menjadi katalis dalam meningkatkan daya saing ekonomi dan partisipasi aktif masyarakat. 3) Penguatan kepemimpinan lokal yang visioner dan partisipatif serta penerapan pendekatan berbasis kearifan lokal dapat memperkuat legitimasi program pemberdayaan dan mengurangi resistensi budaya terhadap perubahan. Dengan memadukan inovasi teknologi, kolaborasi lintas sektor, dan penyesuaian dengan konteks lokal, pemberdayaan masyarakat berkelanjutan dapat menjadi instrumen strategis untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

  1. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL MELALUI PENDEKATAN ABCD UNTUK MENCAPAI SDG 1: TANPA... doi.org/10.24198/focus.v7i2.58936PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL MELALUI PENDEKATAN ABCD UNTUK MENCAPAI SDG 1 TANPA doi 10 24198 focus v7i2 58936
  2. MODEL PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT... doi.org/10.56301/awal.v4i1.121MODEL PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT doi 10 56301 awal v4i1 121
Read online
File size687.4 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test